Rabu, 21/04/2021 20:30 WIB

Suriah Bantah Gunakan Senjata Kimia di Latakia

Suriah tidak pernah menggunakan senjata kimia di masa lalu dan tidak akan pernah menggunakannya di masa depan karena negara Arab pada awalnya tidak memiliki senjata seperti itu

staf medis merawat seorang anak laki-laki menyusul serangan kimia di kotanya di Aleppo, Suriah, pada 24 November 2018. (By AP)

Jakarta, Jurnas.com - Suriah menepis berita palsu yang dikeluarkan oleh kelompok-kelompok teroris dan beberapa media yang berafiliasi dengan mereka tentang penggunaan senjata kimia oleh angkatan bersenjata Suriah di kota Kobani di provinsi pantai barat Latakia.

Dilansir PressTV, sebuah sumber resmi di Kementerian Luar Negeri dan Luar Negeri Suriah menegaskan kembali sebuah pernyataan oleh komando umum angkatan bersenjata yang telah membantah klaim-klaim semacam itu sebagai sama sekali tidak berdasar.

Pernyataan itu menambahkan, Suriah sepenuhnya bekerja sama dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), yang menyatakan Suriah bebas dari senjata kimia apa pun.

Sumber itu menekankan bahwa Suriah tidak pernah menggunakan senjata kimia di masa lalu dan tidak akan pernah menggunakannya di masa depan karena negara Arab pada awalnya tidak memiliki senjata seperti itu sementara itu juga mempertimbangkan penggunaan senjata beracun terhadap kewajiban moral dan internasionalnya.

Pemalsuan media yang berulang-ulang, kosong, dan tanpa busana ini tidak akan pernah menghalangi Suriah untuk memerangi terorisme sampai pemulihan penuh keamanan dan keselamatan di seluruh negeri, kata sumber itu.

Sebelumnya pada hari itu, sebuah sumber militer mengutip komando umum angkatan bersenjata yang mengatakan bahwa Suriah akan terus maju dalam memerangi teror sampai butir terakhir dari tanah Suriah dibersihkan dari momok.

Dalam beberapa tahun terakhir, militan telah meluncurkan puluhan serangan kimia di Suriah. Damaskus telah meminta PBB untuk mengambil tindakan dalam hal ini.

Suriah menyerahkan persediaan senjata kimia pada tahun 2014 ke misi bersama yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan OPCW, yang mengawasi penghancuran senjata. Ia juga secara konsisten membantah menggunakan senjata kimia.

OPCW, sebuah pengawas global, telah mendokumentasikan penggunaan sistematis agen saraf sarin dan klorin selama konflik delapan tahun Suriah.

Pada tanggal 7 April 2018, serangan senjata kimia yang diduga menyerang kota pinggiran Damaskus, Douma, tepat ketika tentara Suriah akan memenangkan pertempuran melawan gerilyawan di sana.

TAGS : Senjata Kimia Suriah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :