Minggu, 16/06/2019 05:51 WIB

Beda Pandangan Trump dan Pejabatnya, Iran: AS sudah Kewalahan

Iran sebut Amerika Serikat (AS) sudah kewalahan saat Presiden Donald Trump dan penasihat keamanan nasionalnya mengatakan hal bertentangan di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: AP)

Teheran, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyebut, Amerika Serikat (AS) sudah kewalahan saat Presiden Donald Trump dan penasihat keamanan nasionalnya mengatakan hal bertentangan di Timur Tengah.

Penyataan Zarif itu disampaikan setelah Trump berkicau, "Dengan semua Berita Palsu yang dibuat-buat di luar sana, Iran tidak bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi!"

"Media Berita Palsu melukai Negara kita dengan liputannya yang curang dan sangat tidak akurat tentang Iran. Ini scattershot, bersumber buruk (dibuat-buat), dan BERBAHAYA. Setidaknya Iran tidak tahu harus berpikir apa, yang pada titik ini mungkin merupakan hal yang baik!" kata Trump dalam cuitan yang lain.

Menanggapi komentar, Zarif tweeted, "Saat #B_Team melakukan satu hal & @realDonaldTrump mengatakan hal lain, tampaknya AS yang tidak tahu harus berpikir apa," ujar Zarif.

"Kami di Iran sebenarnya tahu apa yang harus dipikirkan selama ribuan tahun — dan tentang AS, sejak 1953. Pada titik ini, itu tentu saja ‘hal yang baik!’" sambungnya.

Tahun1953 mengacu pada kudeta rekayasa CIA terhadap pemerintah Mohammad Mossadegh yang terpilih secara demokratis.

Trump mendorong kembali laporan konflik antara Sekretaris Negara, Mike Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional, John Bolton di tengah ketegangan antara AS dan Iran.

"Mike Pompeo melakukan pekerjaan dengan baik. Bolton melakukan pekerjaan dengan baik. Mereka membuatnya terdengar seperti konflik," kata Trump dalam pidatonya pada Jumat (17/5).

Zarif telah mengklasifikasikan Bolton, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (bibi), Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Pangeran Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed (MBZ) sebagai B-team yang bekerja keras mendorong AS agar berperang dengan Iran.

TAGS : Iran Amerika Serikat Donald Trump




TERPOPULER :