Selasa, 18/06/2019 06:15 WIB

Sempat Viral, Begini Kisah Eli Relawan Penjaga Rambu Suar Perbatasan RI-Australia

Di Pulau Selaru tersebut tidak ada Menara Suar, tetapi Rambu Suar. 

Kepala Distrik Navigasi Kelas III Tual, Maluku, Budi Setiaji, bersama rombongan berkunjung ke Elkana Amandaru (Eli) relawan penjaga Rambu Suar di Pulau Selaru.

Maluku, Jurnas.com - Dalam seminggu kebelakang, jagat media baik media online maupun media sosial terus diramaikan oleh pemberitaan mengenai sosok Elkana Amarduan (62 tahun) yang akrab dipanggil Eli yang secara sukarela mengabdikan dirinya menjaga Menara Suar di wilayah perbatasan Indonesia dan Australia. Tepatnya di Pulau Selaru, Maluku, tanpa digaji oleh Pemerintah Indonesia.

Eli menyebutkan bahwa dirinya secara sukarela menjaga Menara Suar tersebut selama 23 tahun karena dilatari kecintaannya terhadap Indonesia terutama dalam menjaga aset negara. Eli memastikan Menara Suar yang dijaganya terus berfungsi untuk memberikan panduan keselamatan pelayaran kepada kapal-kapal yang memasuki perairan di wilayah tersebut.

Kepala Distrik Navigasi Kelas III Tual, Budi Setiaji menyampaikan bahwa di Pulau Selaru tidak ada Menara Suar. Berdasarkan data Direktorat Navigasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) di pulau yang menjadi salah satu perbatasan antara RI-Australia itu adalah Rambu Suar.

"Di Pulau Selaru tersebut tidak ada Menara Suar, tetapi Rambu Suar. Kalau Menara Suar memang ada penjaganya dan pemerintah telah menganggarkan untuk menggaji penjaganya.  Sedangkan Rambu Suar memang tidak ada penjaganya," ujar Budi.

Perbedaan antara Menara Suar dan Rambu Suar dapat dilihat dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 25/2011 tentang Sarana Bantu Navigasi Pelayaran yang menyebutkan bahwa Menara suar adalah Sarana Bantu Navigasi Pelayaran tetap yang bersuar dan mempunyai jarak tampak sama atau lebih 20 (dua puluh) mil laut yang dapat membantu para navigator dalam menentukan posisi dan/atau haluan kapal, menunjukan arah daratan dan adanya pelabuhan serta dapat dipergunakan sebagai tanda batas wilayah negara.

"Sedangkan Rambu Suar adalah Sarana Bantu Navigasi Pelayaran tetap yang bersuar dan mempunyai jarak tampak sama atau lebih dari 10 (sepuluh) mil laut yang dapat membantu para navigator adanya bahaya/rintangan navigasi antara lain karang, air dangkal, gosong, dan bahaya terpencil serta menentukan posisi dan/atau haluan kapal serta dapat dipergunakan sebagai tanda batas wilayah negara," ujar Budi.

Budi melanjutkan bahwa karena sifatnya yang statis dan bekerja dengan otomatis, maka Rambu Suar tidak perlu dijaga dan hanya ada perawatan rutin yang dilakukan oleh Distrik Navigasi Kelas III Tual.

Mengapresiasi upaya Eli menjaga Rambu Suar, Distrik Navigasi kelas III Tual dan Humas Kantor Pusat Ditjen Perhubungan Laut mengirimkan tim ke Pulau Selaru pada Kamis, 16 Mei 2019 lalu. Ikut dalam rombongan adalah Kasubbag Tata Usaha Disnav Tual, Imran Tamher, Kepala Seksi Logistik, Ruswan Wusurwut, Ka.SROP Saumlaki, Budi Ferdinalampir, petugas Wilker Ramsu Arausu dan perwakilan tokoh masyarakat setempat.

"Kami menempuh perjalanan dari Ambon dengan pesawat kecil ke Saumlaki, dilanjutkan dengan kapal speed boat ke Pelabuhan Adaud Kecamatan Selaru selama 1,5 jam. Dilanjutkan dengan angkutan mobil ke Desa Elyasa selama 2,5 jam serta dilanjutkan dengan sepeda motor ke lokasi Rambu Suar selama 20 menit," cerita Budi.

Perjalanan tersebut memakan waktu kurang lebih 5 jam dan akhirnya rombongan tiba di Desa Elyasa Pulau Selaru, tempat Rambu Suar Arausu berada.

"Kedatangan kami disambut dengan hangat oleh Bapak Eli dan warga sekitar. Terlihat rasa bahagia dari raut muka Bapak Eli melihat kedatangan kami," ujar Budi.

Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa Pemerintah memberikan penghargaan kepada Eli sebagai bentuk apresiasi atas partisipasinya dalam menjaga dan merawat Rambu Suar yang berada di lokasi ini.

Eli juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran rombongan di Pulau Selaru sebagai bukti kepedulian dan kehadiran negara terhadap dirinya dan juga Pulau Selaru.

Sebagai informasi, data Direktorat Kenavigasian per Desember 2018 mencatat jumlah SBNP diseluruh Indonesia milik Ditjen Perhubungan Laut yaitu Menara Suar 284 unit, Rambu Suar 1.852 unit dan Pelampung Suar sebanyak 534 unit.

TAGS : Menara Suar Rambu Suar Ditjen Hubla Kemenhub RI-Australia




TERPOPULER :