Rabu, 13/11/2019 18:43 WIB

Asean di tengah Cengkraman Jaringan Pedofil Online

Dalam menjalankan aksinya, para predator mengatur dan menonton pelecehan seksual anak melalui situs streaming langsung

Ilustrasi pelecehan seksual (Foto: clinical advisor)

Jakarta, Jurnas.com - Asia Tenggara berada dalam cengkraman jaringan predator pedofil daring (online). Dalam menjalankan aksinya, para predator mengatur dan menonton pelecehan seksual anak melalui situs streaming langsung, dan membayarnya menggunakan bitcoin, yang hampir tidak dapat dilacak.

Dilansir dari AFP pada Jumat (17/5), fenomena kemiskinan dan sistem peradilan yang lemah di Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos, dan Filipina menjadi pasar subur bagi para predator yang mencari korbannya.

Mereka menggunakan berbagai jaringan seluler dan online, termasuk jaringan media sosial, situs berbagi video, dan dark web, untuk mengarahkan dan menonton perkosaan seksual dengan anonimitas.

"Predator menonton perkosaan di platform besar yang tidak mungkin ditutup," kata pegiat LSM di Thailand, Francois Xavier Souchet.

"Ini live, tidak ada yang dicatat. Semuanya dienkripsi. Mereka membayar Bitcoin lebih banyak, uang terenkripsi membuat transaksi mereka seaman mungkin," imbuh dia.

Menurut laporan PBB, permintaan pelecehan seksual anak melalui webcam merupakan penyebab meningkatnya perdagangan manusia, yang selama ini berpusat di Thailand dan Filipina.

Cassie (12) seorang korban asal Filipina mengaku dipaksa melakukan tindakan seksual, baik dengan pria dewasa maupun sendiran, di depan webcam.

Dia akhirnya pindah ke Manila untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga, namun lagi-lagi dieksploitasi oleh majikan ibunya. Siksaan itu berlangsung selama lima tahun.

"Aku merasa terjebak, dikhianati, dan sendirian. Aku berpikir ingin mati karena rasa sakit ini," ujar Cassie.

Bulan lalu, kelompok advokasi dan bantuan hukum International Justice Mission (IJM) menyebut anak-anak Filipina berisiko dipaksa masuk ke dalam pelecehan seksual langsung, di mana para pedofil membayar mereka untuk pertunjukan online.

"Akses mudah ke layanan web dan transfer uang menjadikan negara ini hotspot global untuk masalah ini," kata IJM.

TAGS : Predator Online Pelecehan Seksual




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :