Kamis, 23/05/2019 15:49 WIB

Aturan China Hambat Ekspor Produk Pertanian Vietnam

Data statistik meyebutkan, hingga 70 persen ekspor pertanian Vietnam ke China dikirimkan melalui saluran tidak resmi.
 

Suasana pelabuhan China (Foto: AP)

Vietnam, Jurnas.com – Eksportir dan petani Vietnam menghadapi tantangan baru untuk mengekspor hasil pertanian ke China, yang bergeser dari saluran tidak resmi ke saluran resmi.

Dilansir Vietnam News Agency, Statistik menunjukkan ekspor produk pertanian Vietnam ke China melalui saluran tidak resmi mencapai 70 persen.

Namun, sekarang China menetapkan kebijakan baru terhadap impor pertanian dari Vietnam yang membuat banyak eksportir Vietnam khawatir.

Menurut Nguyen Cong Truong, Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi Lang Son, yang berbatasan dengan China, negara itu telah memperketat kebijakan warga perbatasan serta pengemasan dan kelestarian produk.

"Semua barang Vietnam yang memasuki pasar China harus melalui saluran resmi dan dengan kontrak," kata pejabat itu.

Truong mengatakan, Vietnam menghadapi risiko besar mengekspor melalui saluran tidak resmi karena produknya bisa saja dihentikan oleh aparat China.

Selain itu, perusahaan lokal tidak mematuhi persyaratan keterlacakan asal China, kata Hoang Khanh Duy, kepala biro ekspor-impor di bawah Departemen Perindustrian dan Perdagangan.

Departemen mengatakan, petugas bea cukai di perbatasan Tan Thanh perlu sekitar 3-5 menit untuk memeriksa truk.

Oleh karena itu, hanya akan ada sekitar 180 truk yang melewati gerbang setiap hari pada kuartal pertama tahun ini, sementara lainnya sekitar 500-700 mengantre pada kontrol bea cukai perbatasan.

Selama itu, pendapatan ekspor hasil pertanian melalui gerbang perbatasan Lang Son hanya memenuhi 21,3 persen dari target, setara dengan 89,5 persen dari jumlah periode yang sama tahun lalu, kata departemen itu. (Anadolu)

TAGS : Ekspor Impor Vietnam China




TERPOPULER :