Senin, 21/10/2019 05:40 WIB

Pemerintah Susun Bahan Sidang Komite Keselamatan Maritim ke-101 di IMO

 Workshop yang digelar selama 3 hari mulai tanggal 2 - 4 Mei 2019. Dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian/Lembaga dan Instansi terkait,

Kementerian Perhubungan menginisiasi pembahasan bahan-bahan yang dipersiapkan untuk sidang komite keselamatan maritim ke-101 di markas besar organisasi maritim dunia (IMO) pada Juni 2019 mendatang.

Jakarta, Jurnas.com – Sebagai langkah persiapan untuk menghadiri Sidang Maritime Safety Committee (MSC) ke-101 yang akan dihelat di Markas Besar International Maritime Organization (IMO) pada bulan Juni mendatang, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyiapkan bahan sidang komite yang bernaung di organisasi maritim dunia itu.

"Sudah sepantasnya Indonesia berperan aktif sebagai anggota IMO, mengingat Indonesia memiliki kepentingan yang sangat besar sebagai negara kepulauan dengan dua per tiga wilayahnya terdiri dari lautan," kata Direktur Perkapalan dan Kepelautan yang diwakili oleh Kepala Seksi Keselamatan Kapal Penumpang dan Kapal Penangkap Ikan, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Capt Ari Wibowo melalui keterangan tertulis workshop penyusunan bahan sidang tersebut, di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Capt. Ari menjelaskan bahwa salah satu bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga keselamatan, keamanan dan perlindungan lingkungan maritime adalah dengan berpartisipasi secara aktif pada Sidang IMO MSC.

MSC, jelas Capt. Ari, adalah badan teknis IMO tertinggi yang membahas isu keselamatan dan keamanan pelayaran. MSC juga memiliki kewenangan untuk melaksanakan tugas yang didelegasikan dari konvensi-konvensi IMO, termasuk salah satunya termasuk untuk memberikan pertimbangan dan pengajuan rekomendasi dan petunjuk-petunjuk pada sisi keselamatan pelayaran kepada Assembly untuk dapat diadopsi.

“Selain itu, MSC juga berwenang untuk menerima adopsi amandemen konvensi-konvensi IMO seperti SOLAS,” imbuhnya.

Workshop yang digelar selama 3 hari mulai tanggal 2 - 4 Mei 2019. Dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian/Lembaga dan Instansi terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Badan Klasifikasi Indonesia dan Asing, DPP INSA, serta perwakilan dari jajaran Kementerian Perhubungan.

TAGS : Kinerja Perhubungan International Maritime Organization Komite Keselamatan Maritim




TERPOPULER :