Senin, 23/09/2019 20:05 WIB

Hoaks Kapolri Ancam Tembak HRS, Habib Sholeh Sebut Ada Provokator Benturkan TNI-Polri dengan Ulama

Habib Sholeh Al Muhdar

Jakarta, Jurnas.com - Rekasi keras ditunjukkan Habib Sholeh Al Muhdar atas pemberitaan berbau hoaks yang menyatakan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian tak segan-segan akan menembak mati cucu Nabi Muhammad SAW yang merujuk pada sosok Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).

Kata Habib Sholeh, berita hoaks ini sengaja dibuat untuk membangun opini bahwa TNI-Polri bertentangan dan berlawanan dengan ulama, habaib, serta ormas-ormas Islam di Indonesia.

"Ini jelas berita bohong dan hoaks. Sebab kenyataannya TNI Polri sangat cinta pada ulama. Kapolri Tito Karnavian itu sangat sayang ulama, habaib, dan ormas Islam. Jadi jangan buat gaduh dan berusaha membenturkan sesuatu yang sudah harmonis," kata Habib Sholeh, Jumat (3/4/2019).

Ia menambahkan, hubungan baik antara TNI Polri dengan Ulama dan Habaib sudah terjalin harmonis sejak lama, karena keduanya punya peranan masing-masing dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kata Habib Sholeh, ulama dan habaib itu punya tugas yang bersifat keumatan. Misalnya mengajak umat membangun akhlaqul karimah, serta menyerukan amar ma`ruf nahi munkar.

Sedangkan TNI dan Polri punya tugas dalam hal-hal yang sifatnya menjaga keamanan, penegakan hukum, ketertiban, dan ketentraman dalam kehidupan bernegara.

"Jadi antara Ulama, Habaib dengan TNI Polri harus saling bersinergi. Maka tak boleh ada pihak-pihak yang membenturkan ataupun memprovokasi antara Ulama Habaib dengan TNI Polri," jelas Habib Sholeh.

Di sisi lain, Habib Sholeh mengingatkan bahwa ketika ada pihak yang melakukan pelanggaran hukum, ataupun melakukan pemberontakan, maka TNI Polri tentu harus bertindak tegas pada mereka, siapa pun orangnya tanpa pandang bulu.

Sebaliknya, seorang ulama dan habaib juga tidak boleh mengajak umat melakuka kejahatan dan pelanggaran hukum. Apalagi berusaha memecahbelah keutuhan NKRI.

"Siapa pun orangnya, kalau melanggar hukum dan berbuat kerusuhan harus ditangkap. Siapa pun orangnya. Sama seperti kalau naik motor harus pakai helm. Siapa pun orangnya kalau naik motor tak pakai helm harus ditilang. Tanpa terkecuali," tegas Habib Sholeh.

Pernyataan Habib Sholeh ini didasari adanya artikel yang menyebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian tak segan-segan menembak mati cucu Nabi Muhammad SAW apabila berbuat kerusuhan. Cucu Rasulallah yang dimaksud itu merujuk pada sosok pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab atau HRS.

Misalnya akun bernama Safarind News dengan laman ghsryhey7547ujrhzs.blogspot.com, mengunggah artikel berjudul HRS Akan Kerahkan People Power, POLRI: Kami Siap Tembak ‘Mati’ Perusuh NKRI Sekalipun Itu Cucu Nabi.

Pemberitaan-pemberitaan tersebit belum terkonformasi kebenarannya, sehingga menjurus pada hoaks.

"Itu semua hoaks yang tujuannya adu domba TNI Polri dengan Ulama Habaib. Maka saya minta Polisi tangkap provokator itu," tuntas Habib Sholeh.

TAGS : Habib Sholeh TNI Polri Ulama




TERPOPULER :