Rabu, 21/08/2019 17:09 WIB

Hardiknas, Mendikbud Sebut Radikalisme Masih Jadi PR

Muhadjir memastikan pihaknya dan Kementerian Agama (Kemenag) yang menaungi madrasah, tetap mengawal pelaksanaan pendidikan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy (Foto: Muti/Jurnas)

Jakarta, Jurnas.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyebut potensi radikalisme di tingkat pendidikan dasar dan menengah (dikdasmen), masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Kendati demikian, Muhadjir memastikan pihaknya dan Kementerian Agama (Kemenag) yang menaungi madrasah, tetap mengawal pelaksanaan pendidikan, guna mencegah praktik radikalisme tumbuh subur.

“Jangan sampai praktik yang tidak baik, terutama pemikiran dan faham yang berbahaya mengancam ideologi nasional,” ujar Mendikbud dalam upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 di Kantor Kemdikbud Jakarta pada Kamis (2/5).

“Peran masyarakat (juga dibutuhkan) agar saling memantau dan memberi informasi, sehingga ketika ada gejala langsung bisa diatasi,” imbuh dia.

Mendikbud menggarisbawahi, saat ini jumlah populasi peserta didik mulai PAUD hingga SMA sebesar 53 juta siswa. Adapun jika ditemukan kasus radikalisme pada siswa, maka penyelesaiannya harus perkasus, bukan persoalan sistemik.

“Memang ini urusan besar bukan kecil, sehingga kalau ada kasus satu atau dua, mohon dipahami itu suatu hal yang kasuistis,” terang mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Pemindahan Ibu Kota Negara

Mendikbud mengaku belum mengagendakan secara khusus kepada jajarannya untuk membahas wacana pemindahan ibu kota negara. Namun menurut dia, pemindahan tersebut akan berdampak positif terhadap pemerataan pendidikan.

“Saya kira sudah waktunya karena dengan terkonsentrasi di Jawa itu terjadi ketimpangan, dan itu berpengaruh terhadap proses upaya kita untuuk pemerataan pendidikan,” terang Muhadjir.

Kendala pemerataan pendidikan saat ini, lanjut Muhadjir, karena pusat kekuasaan sepenuhnya berada di Pulau Jawa. Akibatnya, wilayah yang berada di kawasan 3T dan luar Jawa ikut berimbas.

“Saya kira dampaknya akan sangat positif untuk mempercepat pemerataan pendidikan,” tandas dia.

TAGS : Muhadjir Effendy Radikalisme Pendidikan Hardiknas 2019




TERPOPULER :