Selasa, 09/03/2021 01:36 WIB

Mantan Intel CIA Akui Jual Rahasia AS ke China

Seorang mantan perwira CIA telah mengaku bersalah, karena berkonspirasi menjual rahasia pertahanan dan intelijen AS ke China.

Gedung Putih Amerika Serikat

Washington, Jurnas.com - Seorang mantan perwira CIA telah mengaku bersalah, karena berkonspirasi menjual rahasia pertahanan dan intelijen AS ke China.

Demikian pernyataan Departemen Kehakiman AS pada Rabu (1/5) waktu setempat, dalam kasus pembocoran ketiga dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Jerry Chun Shing Lee, 54, pada 2010 silam didekati oleh dua perwira intelijen Tiongkok yang menawarkan untuk membayarnya US$100.000, dan merawatnya "seumur hidup" untuk informasi yang diperolehnya sebagai petugas CIA.

Menurut pernyataan Departemen Kehakiman, Lee meninggalkan CIA pada 2007 dan pindah ke Hong Kong.

Ratusan ribu dolar kemudian dibayarkan ke rekening bank pribadi Lee antara 2010 dan 2013, menurut pernyataan itu.

Lee diketahui telah membuat thumb drive yang berisi informasi rahasia tentang kegiatan CIA, dan lokasi, serta kerangka waktu operasi yang sensitif.

Pencarian FBI pada 2012 di kamar hotel Honolulu yang terdaftar atas nama Lee, juga menemukan catatan tulisan tangannya tentang pekerjaannya sebagai petugas CIA sebelum 2004.

"Catatan ini termasuk, antara lain, intelijen yang diberikan oleh aset CIA, nama sebenarnya aset, lokasi pertemuan operasional dan nomor telepon, dan informasi tentang fasilitas rahasia," demikian pernyataan tersebut dikutip dari Reuters.

Asisten Jaksa Agung AS untuk Keamanan Nasional John Demers mengatakan itu adalah kasus ketiga dalam waktu kurang dari satu tahun di mana seorang mantan perwira intelijen AS mengaku bersalah, atau dinyatakan bersalah telah berkonspirasi menyerahkan rahasia pertahanan ke China.

"Setiap kasus ini merupakan pengkhianatan negara dan kolega yang tragis," kata John.

Hukuman Lee ditetapkan pada 23 Agustus mendatang, dan ia terancam menghadapi hukuman maksimum seumur hidup di penjara.

Pada Maret lalu, mantan perwira Badan Intelijen Pertahanan AS, Ron Rockwell Hansen, mengaku bersalah karena berusaha mengirimkan informasi rahasia ke China dan menerima ratusan ribu dolar saat bertindak sebagai agen untuk Beijing.

Juni lalu, mantan petugas CIA lainnya, Kevin Mallory, dihukum atas tuduhan spionase karena menyerahkan dokumen rahasia ke China.

TAGS : Intel CIA Amerika Serikat China




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :