Minggu, 27/09/2020 20:47 WIB

Mahasiswa: Klaim Kemenangan Bisa Ganggu Kerja KPU

Daripada ribut dan saling klaim kemenangan, jauh lebih baik semua pihak mengawasi dan mengawal kerja KPU

Ilustrasi KPU dan Bawaslu

Jakarta, Jurnas.com - Kalangan Mahasiswa mendesak para elit politik nasional untuk berhenti main klaim kemenangan Pemilu 2019. Biarlah Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus merampungkan penghitungan suara, baik Pilpres, Pileg, dan DPD RI.

"Kami berharap semua elit politik untuk menahan diri dari aksi-aksi yang bisa menimbulkan polarisasi semakin melebar," ujar Mahasiswa Pasca-Sarjana UIN Jakarta, Ali Hasibuan kepada media, Kamis (25/4/2019).

Ia menilai tidak perlu terlalu banyak perayaan-perayaan yang berlebihan. Sebab justru membuat pihak yang bertentangan semakin menaruh curiga.

Karena itu, Ali kembali meminta elite politik, khususnya pendukung Paslon 01 dan 02 tidak buru-buru mengklaim kemenangan secara parsial. Para elite harus bersabar hingga hasil keputusan KPU pada 22 Mei nanti.

"Kan secara resmi keputusan menang dan kalah itu berdasarkan hasil penghitungan KPU, bukan berdasarkan quick count," tukas Ali.

Daripada ribut dan saling klaim kemenangan, Ali meminta semua pihak mengawasi dan mengawal kerja KPU. Sebab deklarasi kemenangan yang berlebihan maupun aksi saling klaim akan mengganggu kerja KPU.

"Kepada KPU kami minta bisa se-profesional mungkin dalam menghitung hasil suara. Kesalahan-kesalahan input data bisa diminimalisir. Bawaslu juga harus memproses laporan kecurangan yang yang terjadi," kata Ali.

TAGS : Mahasiswa Ali Hasibuan Deklarasi Kemenangan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :