Jum'at, 23/10/2020 15:49 WIB

Ledakan Bom Kembali Terjadi di Dekat Gereja Sri Lanka

Ledakan itu terjadi sekitar 50 meter dari St Anthony Shrine, salah satu dari tiga gereja yang ditargetkan dalam serangkaian serangan bom.

Ekspresi ketakutan warga Sri Lanka saat adanya teror bom (foto: RTE)

Jakarta, Jurnas.com - Ledakan lain meledak di sebuah van dekat sebuah gereja di Sri Lanka tempat sejumlah orang tewas kemarin, ketika para pejabat regu bom berusaha menjinakkannya.

Ledakan itu terjadi sekitar 50 meter dari St Anthony Shrine, salah satu dari tiga gereja yang ditargetkan dalam serangkaian serangan bom.

"Van itu meledak ketika unit penjinak bom STF (Satuan Tugas Khusus) dan angkatan udara mencoba menjinakkan bom itu," kata seorang saksi mata dilansir RTE.

Tidak ada informasi langsung tentang cedera dalam ledakan itu, atau seberapa besar itu.

Korban tewas setelah serangan kemarin meningkat menjadi 290, dengan lebih dari 500 terluka.

Delapan ledakan menargetkan hotel-hotel kelas atas yang populer di kalangan tamu internasional, juga orang-orang merayakan Paskah di gereja-gereja di ibu kota Kolombo.

Polisi mengatakan mereka telah menemukan 87 detonator bom di stasiun bus Kolombo.

Sebuah pernyataan mengatakan polisi menemukan detonator di stand bus Pribadi Bastian Mawatha, 12 di antaranya tersebar di tanah dan 75 lainnya di tempat pembuangan sampah di dekatnya.

Korban tewas yang mengerikan, yang meningkat secara dramatis dalam semalam, diberikan pagi ini oleh juru bicara polisi.

Berita itu muncul beberapa jam setelah terungkap bahwa sebuah bom improvisasi yang ditemukan di bandara utama di Kolombo telah dijinakkan.

TAGS : Ledakan Bom Gereja Sri Lanka




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :