Kamis, 09/04/2020 18:24 WIB

Kementan: Sektor Pertanian Wajib Modernisasi

Ke depan pertanian mau tidak mau harus dikembang berbasis Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). 

Kementerian Pertanian melepas ekspoe kelapa dan kayu olahan di sela Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019 di lapangan Katapang Doyong Pangandaran, Jumat (29/3).

Pangandaran, Jurnas.com - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Momon Rusmono, menegaskan, modernisasi pertanian sudah tidak bisa lagi dicegat dan dihindari.

Itu disampaikan saat mewakili Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam acara Apresiasi dan Singkronisasi Program Kementerian Pertanian (Kementan) 2019 di lapangan Katapang Doyong Pangandaran, Jumat (29/3).

Sebelumnya, Momong melempar pertanyaan kepada warga, "Siapa yang masih mengola lahannya menggunakan cangkul?" Lalu dua tiga orang mengacungkan tangan. Tetapi setelah diusut, ternyata mereka adalah buruh tani (petani yang tidak punya lahan).

"Setelah saya cek ternyata tidak ada yang memai cangkul. Mereka itu buruh tani yang tidak punya lahan. Kalau itu wajar. Tapi kalau petani Pangandaran, saya yakin semuanya sudah menggunakan traktor," jelas Momon kepada Jurnas.com.

Momon menambahkan, ke depan pertanian mau tidak mau harus dikembang berbasis Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Salah satunya adalah alsintan dan kedua perkembangan telekomunikasi dan teknologi.

"Ini akan terus diupayakan Litbang untuk menghasilkan produk-produk alsintan yang memang dibutuhkan para petani," ujar Momon.

Dengan menggunakan alsintan, biaya pengeluaran akan jauh lebih hemat, waktunya lebih cepat dan kualitasnya jauh lebih bagus. Data terakhir, kata Momon, hampir 420.000 alsintan selama 4,5 tahun yang sudah didistribusikan kepada petani di seluruh Indonesia.

"Nah itu semua ujung-ujungnya untuk kesejahteraan petani," pungkas Momon.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Modernisasi Pertanian Momong Rusmono




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :