Jum'at, 10/07/2020 06:55 WIB

Kementan Dorong Mekanisasi Pertanian untuk Kesejahteraan Petani Pangandaran

Pemerintah mendorong kesejahteraan petani lewat mekanisasi pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia , Kementan, Momon Rusmono dalam acara Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019 di lapangan Katapang Doyong Pangandaran, Jumat (29/3).

Pangandaran, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melanjutkan kunjungan kerja di Jawa Barat dalam acara Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019. Kali ini bertempat di lapangan Katapang Doyong Pangandaran, Jumat (29/3).

Dalam acara tersebut, Mnteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang diwakili Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia , Kementan, Momon Rusmono menyalurkan bantuan senilai 4,9 miliar kepada petani Pangandaran.

"Mohon maaf Pak Menteri kita nggak bisa datang di tengah-tengah kita semua karena ditugaskan ke Jawa Timur Bapak Presiden Jokowi. Namun, Pak Menteri berpesan agar bantuan Pangandaran tidak dikurangi kalau perlu ditambah," ujar Momon.

Salah satu nawacita Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-JK adalah mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Kementan mencangkan Indonesia jadi lumbung pangan dunia pada 2045.

"Kabupaten Pangandaran ini sudah ada tanda-tandanya. Salah satunya jadi lumbung pangan yang memberikan kontribusi tidak hanya untuk Provinsi Jawa Barat tetapi juga untuk nasional. Apa buktinya? Pangandaran sudah surplus beras hampir 21.000 ton," ujar Momon.

Momon mengatakan, Kementan berinisiatif meluncurkan program mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, di antanrya modernisasi pertanian dengan mengoptimalkan alat dan mesin pertanian, seperti combine harvester, traktor, power thresher dan jarwo transplanter.

Kementan juga mengembangkan sektor pertanian berbasis industri 4.0. "Jadi nanti ke depan traktor bisa jalan sendiri atau autopilot nggak usah pakai apa namanya operator. Sehingga bisa lebih cepat, menghemat biaya dan lebih penting lagi kualitasnya lebih tinggi contoh," ungkap Momon.

Selain itu, Kementan juga mengembangkan dan memperbanyak benih unggul yang memiliki potensi ekspor. "Alhamdulillah hari ini kita sudah ekspor kelapa unggul lokal Pangandaran ke Australia sebayak 15 ton dan kayu olahan (barecore) ke Tiongkok 591,317 m3 yang totalnya nilai ekspor sebesar Rp 1,85 miliar," pungkas Momon.

Dalam acara tersebut, Kementan yang diwakil Kepala Badan Karantina, Ali Jamil, Kepala BPPSDM, Momon Rusmono, Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono dan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, melepas ekspor kelapa dan kayu olahan ke Australia.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Bantuan Pertanian Mekanisasi Pertanian




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :