Sabtu, 11/07/2020 02:12 WIB

Indonesia Fashion Week 2019

Unik! Desainer Ini Manfaatkan Sampah Plastik untuk Bahan Pakaian

Fashion show Modern Ethnic Kemilau Sulawesi Tenggara desainer menggunakan konsep pakaian dengan bahan ramah lingkungan.

Dekranasda dan para desainer Sulawesi Tenggara ikut berpartisipasi di Indonesia Fashion Week 2019 (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta, Jurnas.com - Gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 sudah dimulai. Ratusan desainer dari seluruh Indonesia memamerkan karya-karya terbaik mereka.

Misalnya dalam show Modern Ethnic Kemilau Sulawesi Tenggara desainer menggunakan konsep pakaian dengan bahan ramah lingkungan, seperti memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan pakaian yang dipamerkan.

SAO by Risza memperkenalkan motif kain batik dan tenun Bombana juga Tenun pewarna alam dari Buton. Tema Design tahun ini adalah "Moronene Di Wolio".

Moronene adalah nama motif tenun bombana dan Wolio adalah nama tanah buton jika diartikan berarti “Motif tenun moronene dari bombana di tanah buton”.

Dalam fashion show ini Risza memamerkan sembilan outfit.Tema ini terinspirasi dari dua motif tenun dan batik dari dua Kabupaten di Sulawesi Tenggara yaitu Bombana dan Buton yang menjadi satu di runway Indonesia Fashion Week 2019.

"Design Bajunya sendiri saya terinspirasi dari baju abaya yang menjadi sytle wanita muslim di timur tengah dipadukan dengan sentuhan modern dan elegant. Saya membidik pasar modest (hijab) fashion tetapi juga tetap bisa digunakan untuk wanita-wanita yang tidak menggunakan hijab," kata Risza ditemui usai show, Rabu (27/3).

Dia juga mendukung kampanye eco fashion di IFW tahun ini. Risza menggunakan kain daur ulang dari sampah plastik botol yang diproses menjadi kain siap pakai.

"Ini merupakan terobasan baru ketika kain daur ulang sampah plastik digabungkan dengan kain tenun tradisional apalagi kain tenun dengan dasar pewarna alam," ujarnya.

Selain kain, ia juga menggunakan aksesori seperti anting sampai kalung berbahan dasar plastik botol yang sudah dikreasikan menjadi aksesori yang cantik oleh pengrajin wanita Indonesia. Plastik-plastik ini digunakan dari sampah yang ada di Gunung Rinjani, Lombok.

Risza menjelaskan ini juga sebagai salah satu cara untuk mengajak pengrajin dari Sulawesi Tenggara untuk bisa turut serta memanfaatkan sampah plastik untuk bisa dikreasikan menjadi sesuatu yang bernilai.

"Menjadi sustainability fashion designer merupakan suatu tantangan bagi saya untuk terus berkreasi dan berkomitmen membuat karya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ramah lingkungan," ujar dia.

TAGS : Sampah Plastik Sulawesi Tenggara Fashion Show




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :