Senin, 14/10/2019 18:26 WIB

Mendikbud: Semua SMK Baru Harus Gandeng Industri

Hal tersebut menurut Muhadjir merupakan implementasi dari konsep revitalisasi SMK yang diusung pemerintah, guna memberikan kepastian terhadap penggunaan sumber daya manusia SMK.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy (Foto: Muti/Jurnas)

Gresik, Jurnas.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan bahwa sekolah menengah kejuruan (SMK) harus menggandeng industri, sebelum direalisasikan dalam bentuk pembangunan fisik.

Hal tersebut menurut Muhadjir merupakan implementasi dari konsep revitalisasi SMK yang diusung pemerintah, guna memberikan kepastian terhadap penggunaan sumber daya manusia SMK.

“Semua SMK baru harus sudah ada kepastian partner yang akan menopangnya. Jadi di sini jelas, PT Polowijo Gosari yang akan menopang keberadaan SMK ini,” kata Muhadjir kepada awak media usai meresmikan Unit Sekolah Baru (USB) SMK Muhammadiyah 5 Gresik, di Gresik, Jawa Timur pada Selasa (19/3).

SMK Muhammadiyah 5 Gresik merupakan sekolah swasta yang diinisiasi pembangunannya oleh PT Polowijo Gosari dan PP Muhammadiyah.

Sekolah vokasi yang fokus di bidang kelautan dan pertanian tersebut, kata Muhadjir, sudah terhubung dengan industri yang dalam hal ini PT Polowijo Gosari. Sehingga SDM terampil nantinya dapat disuplai dari SMK Muhammadiyah 5.

“Beliau (Djouhar Arifin, Red) punya agroindustri, termasuk buah mangga tanpa musim yang ekspor, saya kira butuh tenaga terampil yang bisa disuplai dari SMK Muhammadiyah,” jelas mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Muhadjir menambahkan, untuk kebutuhan guru di SMK Muhammadiyah 5 dapat memanfaatkan pelaku industri. Hal ini bertujuan mengenalkan siswa secara langsung dengan kondisi lapangan.

“Jadi kita tinggal kasih sertifikat saja (gurunya, Red),” tandas dia.

Sementara Direktur Pembinaan SMK M. Bakrun menuturkan, SMK Muhammadiyah 5 Gresik dibangun dengan bantuan pemerintah senilai Rp2,7 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun enam ruang kelas, dua ruang praktik, dan satu ruang kantor.

"Di dalamnya juga berisi mebel, dan beberapa peralatan dasar yang digunakan untuk keahlian itu," terang Bakrun dalam kesempatan yang sama.

TAGS : Muhadjir Effendy Revitalisasi SMK Mendikbud




TERPOPULER :