Rabu, 24/07/2019 15:31 WIB

China Manfaatkan AI untuk Cek Kehadiran Mahasiswa

Cara kerjanya, dosen mengumumkan kode verifikasi secara acak. Lalu, semua mahasiswa wajib memasukkan kode verifikasi tersebut pada ponsel mereka dalam jumlah waktu yang telah ditentukan.

Ilustrasi kecerdasan buatan (AI) (foto: Google)

Beijing, Jurnas.com – Perkembangan kecederasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak hanya dimanfaatkan untuk meningkatan kualitas gawai (gadget). Di China, sejumlah perguruan tinggi menggunakan AI untuk mengecek kehadiran mahasiswa di kelas.

Sebagaimana di Universitas Hangzhou Dianzi, China, dosen menggunakan aplikasi pintar AI saat baru memasuki kelas.

Cara kerjanya, dosen mengumumkan kode verifikasi secara acak. Lalu, semua mahasiswa wajib memasukkan kode verifikasi tersebut pada ponsel mereka dalam jumlah waktu yang telah ditentukan.

“Waktu respon hanya 36 detik, dan guru dapat mengurangi waktu input secara manual. Meski tidak mungkin menghilangkan kecurangan sama sekali, tapi kami telah mengurangi kemungkinan menjadi minimum melalui intervensi manual,” ujar Wakil Direktur Kantor Urusan Mahasiswa Universitas Hangzhou, Hu Haibun.

Dikutip dari People’s Daily pada Sabtu (16/3), Hu mengatakan bahwa jika seorang siswa benar-benar hadir di dalam kelas setelah memasukkan kode verifikasi, maka dosen akan mengubah informasi kehadiran mereka.

Berbeda halnya bagi mahasiswa yang tidak hadir di dalam kelas, maka informasi ketidakhadiran mereka akan masuk ke dalam data konselor sekolah, dan yang bersangkutan akan menerima panggilan otomatis dari aplikasi tersebut.

“Sebelumnya guru butuh 7-8 menit untuk mengabsen, tapi sekarang dapat diselesaikan dalam 15 detik. Setelah dua minggu diujicoba, kehadiran meningkat tujuh persen,” jelas Hu.

Hu memastikan, para mahasiswa tidak bisa menghindari panggilan `Little AI` dengan mengubah nomor ponselnya. Catat absensi, kata Hu, akan tetap tersimpan.

“Konselor akan menghubungi siswa secara langsung dan menanyakan alasannya. Nantinya, sistem akan menyelesaikan analisis statistik dan memberikan umpan balik kepada konselor lagi. Konselor dan guru akan melakukan bimbingan akademik atau konseling psikologis untuk siswa dengan masalah pribadi,” terang Hu.

TAGS : Kecerdasan Buatan Aplikasi AI Kampus China




TERPOPULER :