Kamis, 23/05/2019 17:43 WIB

Mentan Minta Jangan Keliru Tafsirkan Penghematan Anggaran

Amran sempat menegur pegawai direktorat karantina Sulawesi Selatan lantaran dianggap terlalu melakukan penghematan anggaran setelah menunjuk pembaca doa dari kalangan karyawan. 

Kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulawesi dalam pelepasan ekspor komuditas pertanian di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/0)

Makassar, Jurnas.com - Fenomena unik terjadi saat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor komuditas pertanian di Makassar Sulawesi Selatan, Rabu (13/03).

Dalam sambutannya, Amran sempat menegur pegawai direktorat karantina Sulawesi Selatan lantaran dianggap terlalu melakukan penghematan anggaran setelah menunjuk pembaca doa dari kalangan karyawan.

Menurut Amran, pembaca doa haruslah diambil dari kalangan ustad atau Kiai yang ada di sekitar daerah tersebut, sehingga itu mendorong pendapatan para kiai.

"Karantina, tolong biaya kantor sudah oke, revisi anggaran, refokusing anggaran sudah oke. Ada satu yang kami tegur tadi baca doa janganlah ambil karyawan tapi ambil Kiai daerah sini untuk baca doa, masa yang baca doa juga ngambil orang karantina, walau doanya bagus," kata Amran disambut tawa peserta.

"Yang aku pangkas itu biaya MC, biaya seminar, tapi biaya ustad jangan dipotong," tambahnya.

Menurut Amran, penghematan anggaran meliputi biaya-biaya tertentu yang memang merupakan biaya yang bisa dipangkas seperti anggaran mobil, motor ataupun kantor. Namun jangan anggaran untuk ustad.

"Kalau memangkas anggaran motor, mobil boleh tapi kaplingnya Kiai jangan diambil," tuturnya.

Pria asli kelahiran Bone itu menilai pemangkasan anggaran memang sudah sering dilakukan selama dirinya menjadi pejabat kementerian.

"Kami melakukan revisi anggaran, kami pangkas anggaran. Dulu biaya perjalanan dinas 800 miliar, kami nol kan, biaya seminar, biaya cat kantor yang sampai 200 miliar, saya pangkas," tandasnya.

Bahkan, lanjut mentan, dirinya bahkan memotong anggaran moratorium beli mobil dan motor dan menggunakan anggaran itu untuk memberikan bantuan kepada petani.

"Moratorium beli mobil dan motor, mobil kami usianya 12 tahun belum diganti, udah tiga kali mogok, kami akhirnya naik ojek. Waktu kecil bisa naik kuda masa sudah jadi menteri nggak bisa naik ojek. Kami naik ojek. Ini kami lakukan untuk petani-petani Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan. Kami mencintai mereka," tuturnya.

Dalam acara tersebut Mentan melepas ekspor komuditas pertanian dari Makassar mencapai Rp.852.681.901.890. Pelepasan itu meliputi buah pisang ke Malaysia, buah manggis ke China, buah markisa ke Singapura, Vanilli Kering ke Turki, sarang burung walet ke China, kacang mede ke Thailand, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jerman, Australia, Kanada dan Malaysia.

Adapun kulit ari mede, minyak kulit mede ke Korea Selatan, kakao biji ke Malaysia, kakao pasta ke Malaysia, lada biji ke Vietnam dan Malaysia, ampas sawit ke China, cengkeh ke Malaysia, Cincau Hitam ke Thailand, Kacang Hijau ke China, dedak gandum dan gandum pellet ke China, Porang ke China dan rumput laut ke China, Korea Selatan, serta Vietnam.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Penghematan Anggaran Pusat Karantina




TERPOPULER :