Selasa, 17/09/2019 03:25 WIB

Tindakan Minimal Invasif untuk Penyakit Kardiovaskular

Tindakan Tevar dibutuhkan untuk penyakit pembuluh darah vaskuler (kardiovaskular) yang saat ini prevalensi nya meningkat.

Ilustrasi Jantung

Jakarta, Jurnas.com - Thoracic Endovascular Aortic Repair (Tevar) adalah metode dalam bedah kardiovaskular dengan minimal invasif (minimal sayatan). Tevar ini biasanya dilakukan pada penanganan pasien dengan kondisi aneurisma aorta torakal karena adanya pembesaran atau pelemahan terjadi pada aorta bagian atas.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Dr. Rony M. Santoso, SpJP mengatakan kasus penyakit kardiovaskular di Indonesia prevelensinya meningkat.

Dengan berkembangnya teknologi, tindakan Tevar ini dinilai sebagai terapi yang memiliki mobilitas yang cukup bagus. Tevar adalah metode yang minimal invasif sehingga pasien tidak perlu dilakukan tindakan operasi bedah (open repair), namun hanya memasang stent graft ke dalam pembuluh darah jantung (aorta).

Stent graft ini adalah alat untuk menyangga aorta yang melebar dengan dimasukkan menggunakan kateter. Aneurisma aorta ada 2 jenis yaitu aneurisma aorta torakal yang ada di rongga dada dan aneurisma aorta abdomen yang ada di perut kita.

“Kalau aneurisma aorta torakal tindakannya disebut Tevar sedangkan aneurisma aorta abdomen tindakannya disebut EVAR (Endovascular Aneurysm Repair),”ujar dokter di Rumah Sakit Awal Bros Tangerang.

Ia menambahkan bahwa faktor resiko seseorang dapat terkena aneurisma aorta adalah hipertensi yang tidak terkontrol (punya riwayat hipertensi), nyeri punggung yang luar biasa, kalau jalan atau beraktifitas seringkali terasa sesak di dada, mudah lelah, pada abdomen kadang perut suka terasa berdenyut.

Tingkat Keberhasilan Penanganan Tevar

Dr. Rony menjelaskan bahwa tingkat keberhasilan Tevar ini mendekati 100% karena sebelum tindakan selalu di re-check dengan MSCT jadi ukurannya tidak akan meleset. Tindakan Tevar berkisar 1-2 jam bergantung dari kasusnya.

Karena Tevar ini merupakan tindakan minimal invasif, maka pasien hanya dilakukan sedasi atau bius ringan. Waktu penanganan pun lebih singkat, sebab kalau tindakan operasi konvensional bisa memakan waktu lebih dari 3 jam.

“Waktu pemulihan juga lebih cepat, pasca tindakan pasien sebenernya cukup untuk minum obat secara teratur saja dan menjaga pola makan. Justru tadinya pasien yang tidak bisa olahraga jadi bisa melakukan olahraga ringan dan beraktifitas normal," jelasnya.

Penyakit aneurisma aorta ini perlu di waspadai jika terjadi perdarahan karena bisa mengakibatkan kematian.

Metode Tevar ini sebenarnya sudah ada sejak lama namun tidak banyak Rumah Sakit di Indonesia yang melakukannya karena faktor biaya dan sumber daya manusia (para dokter) yang belum banyak mengerjakannya.

Sehingga sejauh ini hanya bisa dilakukan Rumah Sakit yang memiliki pusat layanan jantung terpadu (heart center) yang besar seperti di Rumah Sakit Awal Bros Tangerang. 

TAGS : Penyakit Kardiovaskular Tindakan Invasif Metode Tevar




TERPOPULER :