Minggu, 20/10/2019 13:35 WIB

Eksekutif Huawei Tuntut Pemerintah Kanada

Meng Wanzhou, mengatakan mereka telah mengajukan pemberitahuan gugatan perdata di Mahkamah Agung British Columbia.

Kepala keuangan Huawei, Meng Wanzhou (Foto: VCG)

Beijing, Jurnas.com - Seorang eksekutif Huawei menggugat pemerintah Kanada, agen perbatasannya dan kepolisian nasional. Ia menuding Kanada menahan, menggeledah dan menginterogasinya sebelum memberitahukan bahwa ia ditahan.

Pengacara kepala pejabat keuangan raksasa teknologi China, Meng Wanzhou, mengatakan mereka telah mengajukan pemberitahuan gugatan perdata di Mahkamah Agung British Columbia.

Kanada menangkap Meng, yang merupakan putri pendiri Huawei, atas permintaan Amerika Serikat (AS) pada 1 Desember 2018 di bandara internasional Vancouver.

Meng dan Huawei menghadapi tuduhan AS berkonspirasi untuk melanggar sanksi Washington terhadap Iran.

Gugatan itu mengatakan, alih-alih segera menangkapnya, pemerintah menginterogasi Meng dengan kedok pemeriksaan rutindan menggunakan kesempatan itu untuk memaksanya memberikan bukti dan informasi.

Juga diduga agen-agen Badan Layanan Perbatasan Kanada menyita perangkat elektroniknya, memperoleh kata sandi dan melihat secara tidak sah kontennya dan dengan sengaja tidak memberi tahu alasan penahanannya.

Gugatan itu mengatakan hanya setelah tiga jam diberitahu bahwa dia ditahan dan memiliki hak untuk berkonsultasi.

Meng, yang saat ini berada di bawah tahanan rumah setelah dibebaskan dengan jaminan, sedang menunggu proses ekstradisi di Vancouver. Ia akan muncul di pengadilan Vancouver pada 6 Maret, untuk proses ekstradisi.

Pakar hukum telah memperkirakan Ottawa akan memberikan lampu hijau, mengingat hubungan yudisial yang erat antara Kanada dan AS.

Mungkin butuh bertahun-tahun sebelum diekstradisi ke AS, karena sistem peradilan Kanada yang lambat memungkinkan banyak keputusan untuk diajukan banding.

Keputusan itu kemungkinan akan merusak hubungan Kanada yang sudah buruk dengan China, yang menuntut agar Meng dibebaskan.

Kedutaan besar China di Ottawa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa langkah itu adalah "penganiayaan politik terhadap perusahaan teknologi tinggi China".

Presiden AS Donald Trump mengatakan akan campur tangan jika melayani kepentingan keamanan nasional atau membantu menutup kesepakatan perdagangan dengan China, dengan mendorong Ottawa menekankan proses ekstradisi tidak boleh dipolitisasi.

Huawei menjual produk ke lebih dari 170 negara dan merupakan penyedia utama infrastruktur untuk jaringan 5G baru yang akan diluncurkan pada tahun 2020. (Al Jazaara)

TAGS : Perang Dagang Kanada Amerika Serikat China Huawei




TERPOPULER :