Minggu, 21/07/2019 11:12 WIB

Pemimpin Partai Oposisi Sudan Minta Bashir Mundur

Pernyataan itu juga meminta Bashir untuk mengakhiri keadaan darurat, mengakhiri penyiksaan dan membebaskan semua tahanan politik.

Pemimpin partai oposisi terkemuka Sudan Sadiq al-Mahdi berpidato di hadapan para pendukungnya setelah ia kembali dari hampir setahun dalam pengasingan di Khartoum, Sudan, 19 Desember 2018. / Foto Reuters

Jakarta, Jurnas.com - Pemimpin partai oposisi utama Sudan Sadiq al-Mahdi meminta Presiden Omar al-Bashir untuk mundur dan duduk bersama oposisi untuk menyepakati perincian proses transisi untuk mengakhiri krisis negara.

"Anda (Bashir) dapat mencapai jalan keluar yang aman untuk negara yang akan dihargai oleh orang-orang Sudan dan sejarah akan mengubah polarisasi mendalam menjadi persatuan nasional dan isolasi internasional menjadi kerja sama internasional," kata pernyataan itu dilansir CGTN.

Seruan itu datang setelah satu minggu langkah-langkah berturut-turut yang bertujuan memerangi gelombang protes yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengancam pemerintahan Bashir selama tiga dekade, termasuk menyatakan keadaan darurat nasional dan memecat gubernur 18 negara bagian Sudan dan menggantikannya dengan pejabat militer dan keamanan.

Pernyataan itu juga meminta Bashir untuk mengakhiri keadaan darurat, mengakhiri penyiksaan dan membebaskan semua tahanan politik.

Protes di negara itu, awalnya karena harga roti yang tinggi, telah terjadi hampir setiap hari sejak 19 Desember dan berkembang menjadi tantangan paling berkelanjutan yang dihadapi Bashir.

TAGS : Oposisi Sudan Omar Al-Basyir




TERPOPULER :