Senin, 18/02/2019 11:21 WIB

Baku Tembak Teroris di Filipina Tewaskan Delapan Orang

Juru bicara militer regional, Kolonel Gerry Besana, mengatakan, lima tentara dan 15 pejuang lainnya cedera dalam pertempuran antara tentara dan sekitar 150 pejuang di hutan dekat kota Patikul di provinsi Sulu.

Tentara Filipina (Foto: Ist)

Jolo, Jurnas.com - Aksi baku tembak terjadi antara pasukan Filipina dengan kelompok Abu Sayyaf menewaskan lima tentara dan tiga anggota teroris, pada Sabtu (2/2) waktu setempat.

Juru bicara militer regional, Kolonel Gerry Besana, mengatakan, lima tentara dan 15 pejuang lainnya cedera dalam pertempuran antara tentara dan sekitar 150 pejuang di hutan dekat kota Patikul di provinsi Sulu.

"Baku tembak itu berlangsung sengit sekitar hampir dua jam," katantya dilansir dari Al Jazeera.

Berita itu muncul ketika sekretaris dalam negeri negara itu mengungkapkan bahwa pasangansuami istri asal (Pasutri) Indonesia berada di belakang pemboman bunuh diri, dan itu bertujuan memicu konflik sektarian di selatan.

Dari keterangan media lakal, komandan Abu Sayyaf, Hatib Hajan Sawadjaan, yang dicurigai membantu merencanakan pemboman sebuah katedral Katolik Roma pada 27 Januari di ibukota Sulu, Jolo yang menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 100 orang.

"Sawadjaan tampaknya menarik diri dan melarikan diri bersama para pria bersenjata lainnya," kata para pejabat militer.

Presiden Flipina, Rodrigo Duterte memerintahkan pasukan pemerintah untuk menghancurkan Abu Sayyaf setelah pemboman Katedral Our Lady of Mount Carmel.

Serangan itu membuat masyarakat sipil ketakutan akan kekerasan di seluruh Filipina. Polisi nasional telah disiagakan penuh dan keamanan juga diperkuat di gereja-gereja, pusat perbelanjaan dan tempat-tempat umum lainnya.

Abu Sayyaf, yang memiliki sekitar 300 hingga 400 pejuang bersenjata, telah dimasukkan daftar hitam Amerika Serikat (AS) dan Filipina sebagai organisasi teroris.

Hal itu karena, kelompok itu selam bertahun-tahun melakukan aksi pemboman, penculikan dan pemenggalan di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik Roma.

Pasukan pemerintah selama bertahun-tahun menekan serangan sporadis untuk menghancurkan kelompok itu, termasuk di Jolo, sebuah pulau yang dilanda kemiskinan lebih dari 700.000 orang di mana Muslim adalah mayoritas. Beberapa ribu umat Katolik juga tinggal di Jolo.

TAGS : Bom Gereja Pasutri Indonesia Teroris Abu Sayyaf




TERPOPULER :