Sabtu, 23/03/2019 22:03 WIB

Arab Saudi-India Diminta Beri Status Pengungsi Rohingya

Pelapor khusus PBB tentang situasi HAM di Myanmar menegaskan bahwa orang-orang Rohingya harus diperlakukan dengan baik.

Kelangkaan makanan membuat pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp-kamp sulit melaksanakan puasa Ramadan seperti yang mereka lakukan sediakal. (Foto: Reuters)

Dhaka - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Arab Saudi dan India memberi warga Rohingya status pengungsi bukan mendeportasi.

"Saya kecewa dengan Arab Saudi yang baru-baru ini mendeportasi 13 Rohingya ke Bangladesh," kata Yanghee Lee, pelapor khusus PBB tentang situasi hak asasi manusia di Myanmar, di Dhaka, Bangladesh.

Ia menyatakan keprihatinannya atas penangkapan Rohingya otoritas Saudi. "Orang-orang ini telah melarikan diri dari kekerasan di Myanmar, sehingga mereka harus diperlakukan dengan baik," tegas Lee, dilansir dari Anadolu.

"Saya juga terganggu menyaksikan sejumlah warga Rohingya dari India dipulangkan ke Bangladesh," kata dia lagi, merujuk pada upaya India yang memaksa Rohingya melintas ke luar perbatasannya.

Sejak awal tahun ini, sedikitnya 1.300 Muslim Rohingya dilaporkan telah menyeberang ke Bangladesh dari India karena takut dideportasi paksa ke Myanmar.

"Sangat jelas bahwa pengungsi Rohingya di Bangladesh tidak dapat kembali ke Myanmar dalam waktu dekat. Pemilihan umum Bangladesh telah berakhir. Saya mendesak pemerintah untuk terlibat dalam perencanaan jangka panjang [dalam mengatasi krisis Rohingya]," tambah Lee.

Rohingya, yang disebut-sebut PBB sebagai kaum paling teraniaya di dunia, telah menderita sejumlah serangan sejak belasan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada 2012.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh, setelah pasukan Myanmar melancarkan kekerasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017.

PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan - termasuk pada bayi dan anak-anak - pemukulan brutal, dan penghilangan paksa oleh pasukan Myanmar. Penyidik PBB mengatakan pelanggaran semacam itu dapat dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan.

TAGS : Arab Saudi India Etnis Rohingya Pelapor PBB




TERPOPULER :