Senin, 13/07/2020 03:05 WIB

Wajah Baru Arab Saudi

GEA, yang dikepalai oleh Turki bin Abdulmohsen Al-Shaikh, berencana mengadakan acara yang mirip dengan perlombaan banteng Spanyol dan berharap menjadi tuan rumah rapper Jay Z, di antara acara-acara lainnya.

Dunia hiburan dimaksudkan untuk mendatangkan lebih banyak pendapatan bagi kerajaan kaya minyak (Foto: Zuhair Al-Traifi / Reuters)

Riyadh - Otoritas Hiburan Umum Arab Saudi (GEA) mengungkapkan rencana Riyadh mengubah kerajaan Teluk yang konservatif menjadi pusat hiburan untuk mendulang miliaran dolar selain dari minyak.

GEA, yang dikepalai oleh Turki bin Abdulmohsen Al-Shaikh, berencana mengadakan acara yang mirip dengan perlombaan banteng Spanyol dan berharap menjadi tuan rumah rapper Jay Z, di antara acara-acara lainnya.

"Strategi itu berupaya menempatkan Kerajaan di antara empat tujuan hiburan teratas di kawasan Asia dan 10 besar secara global", menurut siaran pers, seperti dilansir dari Al Jazeera.

GEA juga meluncurkan identitas merek barunya dan meluncurkan platform acara baru yang disebut "Nikmati Saudi".

Negeri Petro Dolar menghadapi pertumbuhan ekonomi melambatdalam beberapa tahun terakhir. Sebagian disebabkan karena anjloknya harga minyak yang berkepanjangan.

Di bawah Visi 2030 yang dipelopori Pangeran Saudi Mohamed bin Salman (MBS), Arab Saudi mendiversifikasi ekonominya. Yaitu menguangi ketergantungan ekonomi terhadap minyak dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Inisiatif GEA juga berharap menjadi tuan rumah turnamen e-gaming, kemungkinan permainan NBA dan museum lilin Madame Tussauds. Negara itu juga akan menghadirkan pesulap, meskipun fakta bahwa sihir dan sejenisnya adalah kejahatan yang bisa dihukum mati.

Ali Hussein Sibat, seorang pria Lebanon yang menjadi tuan rumah "hotline panggilan psikis" di televisi yang mengudara di Timur Tengah, ditangkap otoritas Arab Saudi atas tuduhan sihir pada 2008.

Sibat dinyatakan bersalah atas tuduhan itu dan dijatuhi hukuman akan dieksekusi pada tahun 2010, meskipun kemudian diberi penundaan eksekusi.

TAGS : Arab Saudi Negara Konservatif Timur Tengah Ekonomi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :