Minggu, 27/09/2020 16:12 WIB

KPK Kantongi Bukti Keterlibatan CEO Lippo Group di Kasus Meikarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengantongi sejumlah bukti dugaan keterlibatan CEO Lippo Group James Riady terkait kasus suap perizinan Meikarta.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengantongi sejumlah bukti dugaan keterlibatan CEO Lippo Group James Riady terkait kasus suap perizinan Meikarta.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, jaksa penuntut umum pada KPK akan membongkar sejumlah bukti adanya peran James Riady dalam pengurusan perizinan Meikarta tersebut dalam persidangan.

"Nanti kita lihat di persidangan berikutnya ya karena prinsipnya begini seluruh yang dituangkan didakwaan itu akan kami buktikan satu persatu. Itu kewajiban jaksa penuntut umum nanti untuk membuktikan dan tentu kami sudah punya bukti-buktinya," kata Febri, ketika dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (17/1).

Hal itu menanggapi dakwaan petinggi Lippo Group Billy Sindoro yang menyebut James Riady melakukan penggambaran proyek Meikarta kepada Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin saat pertemuan.

Kata Febri, sejumlah bukti dugaan keterlibatan James Riady yang dimiliki KPK diperoleh dari keterangan saksi saat penyidikan dan sejumlah bukti elektronik. Bukti tersebut nantinya akan diungkap dalam persidangan.

"Apa keterangan saksi, bukti elektronik yang berupa visual ataupun bukti elektronik yang lain ataupun bukti-bukti yang lain seperti surat dan lain-lain yang sudah kami memiliki satu persatu akan dikeluarkan," kata Febri.

"Tidak bisa disampaikan saat ini karena proses persidangannya kan sedang berjalan dan beberapa saksi belum dipanggil," tegasnya.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta adalah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

KPK telah menetapkan 9 tersangka, yakni Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Billy Sindoro. Kemudian, konsultan Lippo Group yaitu Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ).

Selanjutnya, Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ?MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).

TAGS : Suap Meikarta Lippo Group James Riady




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :