Minggu, 27/09/2020 15:59 WIB

SUAP MEIKARTA

Jaksa KPK Perlu Hadirkan CEO Lippo Group James di Persidangan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai perlu untuk menghadirkan CEO Lippo Group dalam persidangan suap Meikarta.

CEO Lippo Group, James Riady

Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai perlu untuk menghadirkan CEO Lippo Group dalam persidangan suap Meikarta.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan James Riady dalam persidangan guna membuktikan dakwaan Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin.

"Kalau dipersidangan kemungkinan untuk melakukan pemeriksaan saksi yang diperlukan termasuk James Riady jika dibutuhkan," kata Febri, ketika dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (17/1).

Namun, lanjut Febri, pemanggilan saksi bergantung kepada strategi JPU untuk membuktikan satu persatu dakwaan yang sudah dibuat tersebut.

"Jadi nanti kalau memang pada akhirnya secara hukum dibutuhkan pemanggilan saksi-saksi lain dari pihak Lippo ataupun dari pihak lain, pihak Pemprov atau pihak yang lainnya maka dimungkinkan dilakukan pemanggilan," terangnya.

Sebelumnya, saksi Acep Abdi Eka Pradana yang merupakan mantan ajudan Neneng mengatakan, James Riady pernah mengunjungi kediaman Neneng. Sementara, James Riady sendiri telah mengakui soal pertemuannya dengan Neneng.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta adalah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

KPK telah menetapkan 9 tersangka, yakni Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Billy Sindoro. Kemudian, konsultan Lippo Group yaitu Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ).

Selanjutnya, Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ?MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).

TAGS : Suap Meikarta Lippo Group James Riady




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :