Selasa, 07/04/2020 09:45 WIB

Suap Lippo Group, Aher Akui Bantu Perizinan Meikarta

Mantan Gubernur DKI Jakarta Ahmad Heryawan (Aher) mengaku membantu proses perizinan proyek Meikarta yang merupakan bisnis Lippo Group. Aher membantu perizinan dengan menerbitkan keputusan gubernur.

Mantan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan Diperiksa KPK

Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Ahmad Heryawan (Aher) mengaku membantu proses perizinan proyek Meikarta yang merupakan bisnis Lippo Group. Aher membantu perizinan dengan menerbitkan keputusan gubernur.

Pengakuan itu disampaikan Aher usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK. Menurutnya, dalam pemeriksaan tersebut lebih banyak dicecar soal keputusan gubernur untuk memberikan pendelegasian kepada Kadis Penanaman Modal PTSP untuk menandatangani rekomendasi perizinan Meikarta seluas 86,4 hektare. Keputusan Gubernur berdasarkan Perpres No 97 Tahun 2014.

"Keputusan gubernur harus keluar, karena rekomendasi yang dikeluarkan Pemprov Jabar itu tak boleh ditandatangani oleh gubernur. Oleh karenanya dikeluarkan Keputusan Gubernur berdasarkan Perpres No 97 2014," kata Aher, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (9/1).

Bahkan, politikus PKS itu memastikan bahwa penyidik KPK sedang menelusuri aliran dana suap Meikarta ke Pemprov Jabar. Namun, dia mengklaim tidak tahu siapa saja yang menerima uang haram tersebut.

"Tentu aliran tersebut ditelusuri," terangnya.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

KPK telah menetapkan 9 tersangka, yakni Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Billy Sindoro. Kemudian, konsultan Lippo Group yaitu Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ).

Selanjutnya, Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ?MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).

TAGS : Suap Meikarta Lippo Group James Riady




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :