Minggu, 15/12/2019 11:34 WIB

Tsunami Selat Sunda: 431 Tewas, 7200 Luka, dan 15 Hilang

Hingga hari ketujuh, korban tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang tercatat sebanyak 431 orang tewas, 7200 korban luka, 15 korban hilang, dan 46.646 orang mengungsi.

Tsunami Pantai Selat Sunda

Jakarta - Hingga hari ketujuh, korban tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang tercatat sebanyak 431 orang tewas, 7200 korban luka, 15 korban hilang, dan 46.646 orang mengungsi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah data korban tersebut berasal dari sejumlah daerah yang terdampak tsunami. Dimana, jumlah korban yang tewas terbanyak dari Pandeglang.

"Di Pandeglang tercatat 292 orang meninggal dunia, 3.976 orang luka-luka, delapan orang hilang, dan 33.136 orang mengungsi," kata Sutopo, melalui rilisnya, Jakarta, Sabtu (29/12).

Kata Sutopo, korban meninggal di Kabupaten Serang tercatat 21 orang, 247 orang luka-luka, dan 4.399 orang mengungsi. Sementara itu, di Lampung Selatan tercatat 116 orang meninggal dunia, 2.976 orang luka-luka, 7 orang hilang dan 7.880 orang mengungsi.

"Sedangkan di Pesawaran tercatat 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka dan 231 orang mengungsi, dan di Tanggamus 1 orang meninggal dunia dan seribu orang mengungsi," terangnya.

Menurutnya, untuk proses evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban di Sumur juga dikerahkan 31 alat berat berupa sembilan unit eskavator, satu unit greader, empat unit loader, tiga unit tronton, dan 14 unit dump truck. Tiga helikopter dikerahkan untuk mengirim logistik dari udara.

Selain korban jiwa, lanjut Sutopo, daerah terdampak tsunami itu juga mengalami kerugian material. Kerugian itu antara lain 1.527 unit rumah rusak berat, 70 unit rumah rusak sedang, 181 unit rumah rusak ringan, 78 unit penginapan dan warung rusak, 434 perahu dan kapal rusak dan beberapa kerusakan fasilitas publik.

"Kondisi pengungsi masih memerlukan bantuan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, MCK, pakaian layak pakai, selimut, tikar, pelayanan medis, dan lainnya. Bantuan logistik terus dikirim namun terkendala distribusi ke titik pengungsian yang aksesnya cukup sulit dijangkau dan cuaca, khususnya di daerah Sumur," katanya.

TAGS : Tsunami Anyer Selat Sunda Korban Meninggal




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :