Kamis, 17/01/2019 17:40 WIB

Lima Antisipasi Penyakit Pascabencana

Terdapat tiga penyakit utama yang ditemukan di pengungsian yaitu Diare, Infeksi saluran nafas atas (ISPA) dan gangguan kulit.

Tsunami Anyer Selat Sunda

Jakarta - Saat ini terdapat puluhan ribu pengungsi baik di Propinsi Banten maupun Propinsi Lampung. Pada hari ke-7 di Kab Pandeglang saja lebih dari 33.000 pengungsi.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. DR. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD(K) dari beberapa teman dokter dan laporan dari beberapa lokasi bencana tedapat 3 penyakit utama yang ditemukan dipengungsian yaitu Diare, Infeksi saluran nafas atas (ISPA) dan gangguan kulit berupa keluhan gatal2.

Saat ini memang sebagian besar dari tempat pengungsian padat dengan pengungsi terutama pada malam hari.

Permasalahan lain adalah  kondisi Mandi Cuci Kakus (MCK) yang kurang memadai belum lagi kebersihan lokasi pengungsian yang kurang diperhatikan.

Oleh karena itu masalah kebersihan  dan kesehatan lingkungan bagi para pengungsi harus menjadi perhatian. Kita harus maklum para pengungsi terutama orang tua dan anak-anak merupakan kelompok masyarakat yang rentan terhadap berbagai penyakit.

Ada dua faktor yang berperan terjadinya penyakit adalah faktor daya tahan tubuh dan faktor lingkungan.

1. Faktor daya tahan tubuh

Jelas saat daya tahan tubuh para pengungsi dapat menurun mengingat kondisi makan dan minum yang kurang memadai, selain itu faktor istirahat yang terbatas. Dalam kondisi rasa cemas akan berulangnya bencana Tsunami atau meletusnya gunung berapi Anak Krakatau, belum lagi memikirkan harta benda yang hilang atau hilangnya anggota keluarga tercinta, menyebabkan para pengungsi tidak bisa beristirahat dengan tenang.

Kondisi stres sendiri tentu juga akan mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang, karena stres membuat orang kurang nafsu makan dan susah tidur.

2. Faktor lingkungan

Lingkungan yang tidak sehat juga tentu menyebabkan kondisi para pengungsi menjadi rentan terjangkit penyakit infeksi. Sampah yang berserakan dan kondisi MCK yang terbatas akan sangat mempengaruhi kondisi para pengungsi.

Oleh karena itu harus diambil langkah-langkah untuk mengurangi penderitaan para pengungsi dan mengurangi dampak buruk akibat kondisi daya tahan tubuh yang menurun dan kondisi pengungsian yang tidak memadai.

Beberapa upaya yang harus dilakukan menurut dr Ari sebagai berikut:

1. Harus dipastikan bahwa para pengungsi harus mendapat makanan dan minuman yang cukup selama berada di pengungsian.

2. Persediaan air bersih untuk minum harus mencukupi. Dapur-dapur umum yang tersedia selalu mendapat suplai bahan makanan dan air bersih yang memadai untuk masak dan minum.

3. Hindari mengonsumsi makanan matang yang sudah lewat waktu tanpa dihangatkan kembali untuk mencegah keracunan makanan.

4. Diusahakan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan fresh. Cuci tangan pakai sabun atau hand antiseptic. untuk menghindari infeksi usus.

5. Diusahakan agar kondisi tempat pengungsian dibuat senyaman mungkin. Tersedia alas tidur yang memadai dan juga selimut agar tubuh para pengungsi terutama orang tua dan anak-anak tetap terlindungi terutama dari angin malam.

TAGS : Penyakit Pascabencana Tsunami Banten




TERPOPULER :