Rabu, 12/08/2020 14:19 WIB

Bulog Gelontorkan Cadangan Beras untuk Bencana Tsunami

Cadangan Beras Pemerintah siap disalurkan minimal 200 ton per provinsi dan 100 ton per kota/kabupaten serta Bantuan awal melalui Bulog Peduli.

Ilustrasi Bulog

Jakarta - Alokasi CBP untuk korban bencana tsunami Banten dan Lampung telah disiapkan minimal 200 ton untuk setiap Provinsi dan 100 ton untuk setiap Kabupaten/Kota yang dapat memenuhi kebutuhan tanggap darurat seperti bencana alam dan rawan pangan.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menuturkan bila Pemerintah merasa CBP yang digelontorkan kurang, Perum Bulog siap menambah CBP sesuai permintaan dari Pemerintah.

"Kami juga menyediakan kebutuhan pangan pokok lainnya yang dibutuhkan masyarakat seperti daging beku, gula Pasir, tepung terigu, dan minyak goreng," ungkap Budi

Selain menyalurkan bantuan melalui CBP, Bulog melalui program Bulog Peduli telah menyalurkan bantuan awal berupa sembako dan kebutuhan penting lainnya pada H+1 setelah bencana melalui Bulog Subdivre Lebak di Posko bencana di kecamatan Labuan Pandeglag dan Bulog Divre Lampung di posko becanda di kalianda lampung.

Bantuan awal ini kurang lebih senilai 100 juta rupiah dari dana program Corporate Social Responsibility (CSR) Perum Bulog, sebagai bentuk kepedulian kepada korban terdampak tsunami yang sangat membutuhkan bantuan.

Budi menambahkan, saat ini stok beras yang tersedia di Bulog DKI & Banten dan Bulig Lampung sekitar 370.000 ton, aman untuk ketahanan stok beberapa bulan kedepan sehingga tidak ada perlu kekhawatiran masyarakat dan pemerintah daerah.

"Stok beras Bulog secara nasional lebih dari 2,2 juta ton, gudang-gudang BULOG di seluruh Indonesia siap menyalurkan stok tersebut bila sewaktu-waktu dibutuhkan Pemerintah baik untuk bencana alam maupun untuk stabilisasi harga. Dengan stok yang cukup besar, artinya Bulog siap menjaga 3 pilar ketahanan pangan Nasional yakni Pilar Ketersediaan, Keterjangkauan, dan Stabilisasi," ujar Budi.

TAGS : Perum Bulog Tsunami Anyer Cadangan Beras Pemerintah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :