Kamis, 01/10/2020 08:38 WIB

KPK Identifikasi Uang Suap Meikarta dengan Lippo Group

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengidentifikasi sumber uang suap perizinan Meikarta. Dimana, sumber uang suap Meikarta diduga dari Lippo Group.

Ilustrasi Proyek Meikarta

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengidentifikasi sumber uang suap perizinan Meikarta. Dimana, sumber uang suap Meikarta diduga dari Lippo Group.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dari sejumlah petinggi dan pegawai Lippo Group, suap perizinan Meikarta untuk kepentingan Lippo Group.

"Itu belum bisa kami sampaikan, namun bukti yang sudah dimiliki oleh KPK saat ini diduga pemberian suap itu memang memiliki hubungan yang kuat dengan kepentingan Lippo dalam proyek Meikarta," kata Febri, ketika dionfirmasi, Jakarta, Rabu (12/12).

Selain sumber uang, kata Febri, penyidik KPK juga tengah fokus menelusuri aktor utama suap megaproyek milik Lippo Group tersebut.

"Ada atau tidaknya Instruksi itu menjadi perhatian bagi KPK. Kemudian sejauh mana proses perencanaan proyek Meikarta di perusahaan Lippo. Itu juga jadi perhatian bagi KPK," terangnya.

Diketahui, KPK terus mendalami skandal suap Lippo Group. CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus telah diperiksa dalam kasus ini.

Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi juga pernah dimintai keterangan.

Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi Lippo Group dan Neneng.

Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu Neneng dengan alasan silaturahmi persalinan Neneng. Billy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng.

Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Billy dan Neneng membahas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

TAGS : Suap Meikarta Lippo Group James Riady




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :