Kamis, 01/10/2020 08:50 WIB

Suap Lippo Group, KPK Garap Tiga Pimpinan DPRD

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga pimpinan DPRD Bekasi dalam kasus suap perizinan Meikarta yang merupakan megaproyek milik Lippo Group.

Ilustrasi Proyek Meikarta

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga pimpinan DPRD Bekasi dalam kasus suap perizinan Meikarta yang merupakan megaproyek milik Lippo Group.

Tiga pimpinan DPRD Bekasi adalah, Sunandar selaku Ketua DPRD Bekasi, Daris dan Mustakim selaku Wakil Ketua DPRD Bekasi. Ketiganya akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk proses penyidikan mantan Direktur Operasional (DirOps) Lippo Group, Billy Sindoro (BS).

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BS (Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (11/12).

Penyidik juga memanggil Sekretaris Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Warman; Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Neneng Rahmi; dan Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin. Warman diperiksa sebagai saksi untuk Billy Sindoro sedangkan Neneng dan Jamaludin diperiksa sebagai tersangka.

KPK terus mendalami skandal suap Lippo Group. Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus telah diperiksa dalam kasus ini.

Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi juga dimintai keterangan.

Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi Lippo Group dan Neneng.

Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu Neneng dengan alasan silaturahmi persalinan Neneng. Billy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng.

Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Billy dan Neneng membahas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

TAGS : Suap Meikarta Lippo Group James Riady




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :