Sabtu, 16/11/2019 01:56 WIB

Indonesia Diprediksi Raih Masa Keemasan pada 2030

Badan Statistik Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi sekitar tahun 2025 dan Provinsi DKI Jakarta diperkirakan sudah mengalami bonus demografi yang terus berlangsung hingga tahun 2030 mendatang.

Quest Internasional University ajak generasi milenial nimbah ilmu di Malaysia

Jakarta – Badan Statistik Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi sekitar tahun 2025 dan Provinsi DKI Jakarta diperkirakan sudah mengalami bonus demografi yang terus berlangsung hingga tahun 2030 mendatang.

Untuk itu, menurut Ganang Rindarko, GM QNET Indonesia, agar dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan, termasuk kaitannya dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja.

“Kemampuan dasar di bidang literasi sangat dibutuhkan agar tetap bisa melakukan komunikasi dan menerima informasi. Kemampuan tersebut dapat berkembang dengan pendidikan yang baik,” kata Ganang dalam acara media gathering di Jakarta, Senin (10/12).

Menurut Ganang, salah satu cara agar meningkatkan kualitas sumber daya manusia tanah air dengan menimbah ilmu ke luar negeri, sehingga bisa menyerap hal-hal yang nantinya bisa digunakan untuk membangun bangsa.  

“Pendidikan sebagai aspek paling penting untuk mewujudkan generasi yang berkualitas, menjadi salah satu alasan khusus agar siswa Indonesia setidaknya memiliki pengalaman sekolah di luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya,” tambahnya.

Senada dengan Ganang, Indra Nilam menyebut dengan demografi yang dimiliki, Indonesia diperkirakan akan mencapai keemasan pada tahun 2045, tepat 100 Tahun setelah merdeka. Mereka yang termasuk usia produktif (15-64 tahun) pada tahun 2045 nanti merupakan penduduk yang saat ini berusia 0-37 tahun, termasuk generasi millennial yang kini berusia 17-37 tahun.

“Sebelum memasuki masa keemasan, anak-anak muda Indonesia ini memerlukan persiapan yang berkualitas. Kualitas ini dibutuhkan agar mereka dapat ‘survive’ di era globalisasi dengan derasnya arus komunikasi dan teknologi,” kata Indra.

Menurut Indra, salah satu universitas yang bisa dijadikan sebagai tempat menimbah ilmu di luar negeri yaitu Quest Internasional University Perak Malaysia. Pasalnya, selain menawarkan harga kuliah yang sama dengan mahasiswa dari dalam negeri, sistem pendidikan yang lebih berbasis human touch (interaksi manusia), sehingga mahasiswa lebih bisa meningkatkan kreativitas.

“Pengalaman ini akan mempertajam kemampuan literasi berbahasa Inggris serta kemampuan interaksi multikultural dengan siswa dari negara-negara lain. Quest International University Perak (QIU), salah satu institusi pendidikan tinggi di Ipoh-Malaysia, didirikan untuk mengembangkan kemampuan siswa yang cerdas dan menghasilkan lulusan berkualitas yang memiliki ambisi dan kapasitas intelektual yang mumpuni,” kata Indra.

Sementara menurut Nicholas Goh, selaku CEO QIU, yang merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi di Ipoh – Malaysia, melihat kaum milenial di Indonesia memegang peranan penting ditengah derasnya arus informasi dan komunikasi dan teknologi.

Untuk itu menurutnya, sistem yang digunakan di QIU menjadikan universitas tersebut mampu mengembangkan pendidikan yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi untuk menghadapi era yang semakin berkembang.

 “QIU memiliki standar internasional untuk memaksimalkan pendidikan yang berkualitas. Bagi kami, membangun karakter melalui sistem pendidikan dan lingkungan yang mendukung sangatlah penting. Oleh karena itu, melalui lingkungan belajar yang multikultural serta kondusif meskipun jauh dari rumah, kami menciptakan lulusan siap kerja melalui kesempatan praktik yang besar,” jelas Nicholas Goh, CEO QIU.

“Lebih dari 5 fakultas dengan lebih dari 40 jurusan, QIU dapat menjadi pilihan bagi siswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tingginya kelak,” tambahnya.

Sejalan dengan misi mewujudkan Indonesia Emas dari hasil bonus demografi, QIU memberikan kesempatan siswa di Indonesia memiliki pengalaman mengenyam pendidikan di luar negeri yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas, siap kerja, dan mampu berinteraksi di lingkungan multikultural.

Bahkan QIU menawarkan beasiswa bagi pelajar Indonesia yang berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi untuk mengenyam pendidikan di QIU.  

TAGS : Bonus Demografi Masa Keemasan Indonesia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :