Jum'at, 18/01/2019 14:59 WIB

KPK kembali Periksa Petinggi Lippo Group

KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Presiden Direktur (Presdir) PT Lippo Karawaci, Ketut Budi Wijaya dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Presiden Direktur (Presdir) PT Lippo Karawaci, Ketut Budi Wijaya dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Ketut bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. Sebelumnya, Ketut sudah pernah diperiksa oleh penyidik KPK.

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka BS (Billy Sindoro)," kata Febri, ketika dikonfirmasi, Jakarta, Senin (10/12).

Belum diketahui, apa yang akan didalami penyidik KPK kepada Presiden Direktur PT Lippo Karawaci tersebut. Namun, penyidik KPK sedang fokus mendalami sumber dana suap Meikarta yang diduga dari Lippo Group.

Diketahui, KPK terus mendalami skandal suap Lippo Group. CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus telah diperiksa dalam kasus ini.

Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi juga pernah dimintai keterangan.

Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi Lippo Group dan Neneng.

Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu Neneng dengan alasan silaturahmi persalinan Neneng. Billy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng.

Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Billy dan Neneng membahas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

TAGS : Suap Meikarta Lippo Group James Riady




TERPOPULER :