Minggu, 12/07/2020 09:50 WIB

Perdana, Bayi Lahir Sehat dari Rahim Orang Mati

Operasi yang dilakukan pada September 2016 di Sao Paulo, Brasil ini menunjukkan bahwa transplantasi rahim dari orang mati dapat membantu perempuan yang tidak memiliki anak, karena masalah rahim.

Ilustrasi bayi dalam rahim (Foto : Boldsky.com)

Sao Paulo – Untuk kali pertama dalam dunia medis, seorang ibu yang menerima transplantasi rahim dari orang  mati, melahirkan bayi sehat.

Operasi yang dilakukan pada September 2016 di Sao Paulo, Brasil ini menunjukkan bahwa transplantasi rahim dari orang mati dapat membantu perempuan yang tidak memiliki anak, karena masalah rahim.

“Bayi perempuan pertama lahir pada Desember 2017,” demikian isi penelitian yang diungkap dalam jurnal The Lancet.

Sampai saat ini, satu-satunya pilihan yang tersedia untuk perempuan yang ingin memiliki anak, ialah dengan adopsi atau layanan ibu pengganti (surrogate mother).

Sementara proses melahirkan pertama yang berhasil setelah transplantasi rahim dari donor hidup terjadi pada 2014 di Swedia.

Masalahnya kemudian, transplantasi rahim dari donor hidup cukup banyak diminati, sehingga dokter mencari alternatif lain dengan menggunakan rahim perempuan yang telah meninggal.

Dilansir dari AFP, penerima donor merupakan perempuan 32 tahun tanpa rahim akibat sindrom langka. Empat bulan sebelum transplantasi, dia menjalani pembuahan in-vitro, menghasilkan delapan telur yang dibuahi, dan diawetkan melalui pembekuan.

Sedangkan pendonor merupakan perempuan berusia 45 tahun yang meninggal karena stroke. Rahimnya diangkat dan ditransplantasikan dalam operasi yang berlangsung lebih dari 10 jam.

Dalam proses transplantasi, tim bedah harus menghubungkan rahim donor dengan vena, arteri, ligamen, dan saluran vagina penerima.

Untuk mencegah tubuhnya menolak organ baru, perempuan itu diberi lima obat berbeda, bersama dengan antimikroba, perawatan anti-pembekuan darah, dan aspirin.

Setelah lima bulan, rahim tidak menunjukkan tanda-tanda penolakan, scan ultrasound normal, dan perempuan itu menstruasi secara teratur.

Telur yang dibuahi ditanamkan setelah tujuh bulan. Sepuluh hari kemudian, dokter menyampaikan kabar baik, bahwa dia hamil.

TAGS : Transplantasi rahim dunia kedokteran kelahiran bayi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :