Rabu, 19/12/2018 10:03 WIB

Politisasi Kasus Khashoggi Membuat Dunia Islam Retak

Jaksa Penuntut Umum Saudi mengatakan perintah untuk membunuh Khashoggi datang dari kepala tim yang ditugasi oleh pemimpin Saudi dengan bernegosiasi dengan wartawan.

Wartawan terkemuka dari Arab Saudi, Jamal Khashoggi (Foto: Osman Orsal/Reuters)

Riyadh - Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir mengatakan, negaranya menganggap pembunuhan Jurnalis Saudi Jamal Khashoggi sebagai "kejahatan" dan "kesalahan besar".

Kepada wartawan, Al-Jubeir mengatakan, "Politisasi masalah tersebut membuat dunia Islam menjadi retak. Kerajaan (Saudi), berusaha membangun kesatuan dunia Islam. "

Jubeir menambahkan, Pemerintah Negeri Para Mullah masih melakukan komunikasi dengan pihak berwenang Turki terkait penyelidikan kasus di balik pembunuhan mengerikan itu.

Jaksa Agung Saudi masih mengumpulkan bukti yang banyak bukti, katanya, menambahkan: "Masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab."

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Saudi mengatakan perintah untuk membunuh Khashoggi datang dari kepala tim yang ditugasi oleh pemimpin Saudi dengan bernegosiasi dengan wartawan.

Dilansir Memo, pernyataan Saudi = itu muncul di tengah laporan media Barat bahwa Khashoggi dibunuh atas perintah Pangeran Mahkota Saudi Mohamed Bin Salman.

Khashoggi, yang merupakan kontributor Washington Post, terbunuh pada 2 Oktober di dalam Konsulat Saudi di Istanbul.

Setelah berminggu-minggu menyangkal keterlibatan dalam kejahatan, Arab Saudi kemudian mengakui, Khashoggi terbunuh di dalam konsulat. tetapi membantah keluarga kerajaan Saudi tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang rencana pembunuhan jurnalis.

TAGS : Jamal Khashoggi Arab Saudi Dunia Islam




TERPOPULER :