Rabu, 12/12/2018 15:36 WIB

KPK Pertajam Bukti Keterlibatan CEO Lippo Group James Riady

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pertajam bukti dugaan keterlibatan CEO Lippo Group James Riady dalam kasus suap perizinan Meikarta.

CEO Lippo Group, James Riady

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pertajam bukti dugaan keterlibatan CEO Lippo Group James Riady dalam kasus suap perizinan Meikarta.

Juru Bicata KPK, Febri Diansyah mengatakan, penyidik KPK terus menelusuri dugaan keterlibatan James Riady terkait pertemuannya dengan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Menurutnya, pencarian bukti keterlibatan James Riady melalui penggeledahan di sejumlah lokasi dan keterangan saksi-saksi yang diperiksa penyidik KPK.

"Karena ada dugaan keterkaitan dalam hal ini pertemuan tersebut ya, maka kami perlu melakukan pencarian bukti-bukti. Sehingga saat itu dilakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk di rumah James Riyadi saat itu," kata Febri, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (12/11).

Saat penggeledahan di kediamannya, kata Febri, James Riady sendiri menyaksikan secara langsung.

"Saat tim melakukan penggeledahan, yang bersangkutan (James Riady) juga ada di lokasi, dan kami tentu saja secara fair membuat berita acara setelah proses penggeledahan itu dilakukan," kata Febri.

Namun, James Riady telah membantah dugaan keterlibatannya dalam kasus suap Meikarta. James membantah setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Kata Febri, penyidik KPK tidak akan begitu saja percaya dengan bantahan yang disampaikan oleh James Riady. Menurutnya, bukti dugaan keterlibatan James telah dikantongi penyidik.

"KPK tentu punya bukti-bukti yang lain yang kami dapatkan dari saksi lain atau dari alat bukti yang lain. Itu yang kami dalami konteksnya apa pertemuan tersebut," tegasnya.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk adalah anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Direktur Operasional Lippp Group Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

Dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta ini, KPK telah menetapkan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Selain Billy dan Neneng, KPK juga menjerat tujuh orang lainnya, yakni dua konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).

TAGS : Lippo Group Suap Meikarta James Riady




TERPOPULER :