Jum'at, 16/11/2018 01:43 WIB

Obesitas di Amerika Latin Tumbuh Mengerikan

Sekitar 3,9 juta, atau 7,3 persen, anak-anak Amerika Latin dan Karibia mengalami obesitas, melampaui rata-rata global 5,6 persen.

Ilustrasi obesitas

Jakarta - Obesitas momok yang paling menakutkan di Amerika Latin. Sekitar 3,6 juta per tahun dari kalangan kelas menengah dan bawah menderita obesitas karena lebih banyak mengkonsumsi makanan rendah lemak dan makanan yang mangandung gula.

"Obesitas berkembang tak terkendali. Situasinya mengerikan," kata perwakilan regional Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, Julio Berdegue dalam laporan yang dirilis Kamis (8/11).

Loporan itu menyebutkan bahwa saat ini lebih dari 250 juta orang Amerika Latin kelebihan berat badan. Sekitar 3,9 juta, atau 7,3 persen, anak-anak Amerika Latin dan Karibia mengalami obesitas, melampaui rata-rata global 5,6 persen.

Laporan, yang disebut Panorama Keamanan Pangan dan Gizi 2018, menunjukkan ancaman baru adalah hasil dari perubahan sistem pangan di kawasan itu, atau siklus makanan dari produksi hingga konsumsi.

"Perubahan ini telah mempengaruhi seluruh penduduk, tetapi anggota masyarakat yang paling dikecualikan telah menderita efek terburuk," katanya.

Carissa Etienne, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan, kekurangan gizi di negara itu memang terus menjadi masalah besar. Sulitnya akses air bersih, sekolah, layanan sanitasi dan perawatan kesehatan, di antara masalah tersebut.

"Kita harus meningkatkan akses ke layanan kesehatan universal," katanya.

Kasus keparan menerpa lebih dari 39 juta orang Amerika Latin, atau lebih dari 6 persen populasi. Antara tahun 2016 dan 2017, totalnya bertambah sebanyak 400.000 orang, dua kali lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Argentina, Bolivia dan Venezuela mengalami peningkatan jumlah orang yang kurang gizi dan peningkatan terbesar ditemukan di Venezuela.

Di Venezuela, 3,7 juta, atau hampir 12 persen dari populasi, menderita kekurangan gizi. Di Haiti, 5 juta, atau hampir 46 persen penduduk menderita kurang gizi, dengan 4,8 juta di Meksiko dalam situasi yang sama, atau 3,8 persen dari populasi. Situasi di Meksiko dan Haiti justru tengah membaik.

Salah satu efeknya adalah pengerdilan pertumbuhan anak-anak. Di Honduras, pengerdilan mempengaruhi 42 persen anak-anak di keluarga berpenghasilan rendah sementara studi 2014-2015 di Guatemala menunjukkan stunting mempengaruhi 61 persen anak-anak pribumi. Kelompok pribumi adalah salah satu populasi yang paling rentan.

"Stunting berhubungan erat dengan ketidaksetaraan dan kemiskinan, tetapi kelebihan berat badan juga semakin mempengaruhi anak-anak yang paling miskin," kata Maria Cristina Perceval, direktur regional untuk UNICEF Amerika Latin dan Karibia. (Memo)

TAGS : Amerika Latin Obesitas Kekurangan Pangan




TERPOPULER :