Kamis, 21/03/2019 18:34 WIB

China dan Pakistan Sepakat Tinggalkan Dolar

China dan Pakistan setuju untuk mulai menggunakan yuan, bukan dolar

Mata uang China, Yuan (Foto: iStock)

Islamabad  - Pemerintah Pakistan  sepakat dengan China  menggunakan mata uang yuan dalam perdagangan bilateral untuk mengakhiri ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"China dan Pakistan setuju untuk mulai menggunakan yuan, bukan dolar," kata Menteri Informasi Pakistan, Fawad Chaudhry kepada wartawan di Islamabad.

Ia menambahkan, kesepakatan yang dicapai selama kunjungan perdana menteri Pakistan ke China akan membantu Pakistan menyingkirkan beban dolar dalam perdagangan bilateral senilai USD15 miliar.

Peralihan ke mata uang China juga akan membantu kedua negara menggantikan dolar AS dalam transaksi dan investasi mereka di proyek multi-miliar Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC).

Juni ini, Bank Negara Pakistan secara resmi mengizinkan perusahaan milik negara dan swasta untuk menggunakan mata uang China dalam kegiatan perdagangan dan investasi bilateral.

Proyek CPEC senilai USD54 miliar bertujuan untuk menghubungkan provinsi Xinxiang di barat laut China, yang bernilai penting secara strategis, ke pelabuhan Gwadar di Baluchistan, Pakistan melalui jaringan jalan, kereta api dan jalur pipa untuk mengangkut kargo, minyak, dan gas.

Koridor ekonomi ini tidak hanya akan memberikan China akses yang lebih murah ke Afrika dan Timur Tengah tetapi juga akan menghasilkan miliaran dolar bagi Pakistan dengan menyediakan fasilitas transit ke ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Berdasarkan peraturan valuta asing saat ini, yuan China (CNY) adalah mata uang asing yang disetujui untuk mendenominasi transaksi mata uang asing di Pakistan, seperti mata uang internasional lainnya seperti dolar AS dan euro.

Bank Negara Pakistan telah menerapkan kerangka peraturan yang diperlukan untuk memfasilitasi penggunaan yuan dalam perdagangan dan transaksi investasi seperti pembukaan letter of credit dan fasilitas pembiayaan yang mendukung. (aa)

 

TAGS : Perang Dagang China Mata Uang Yuan




TERPOPULER :