Senin, 24/02/2020 16:24 WIB

Andreas Diminta Tanggung Jawab Proyek Mangkrak di Kementan

Proyek tersebut direncanakan berlangsung selama tiga tahun, mulai 2017 sampai 2019.

Pemandangan hambaran lahan rawa yang sudah ditanami padi (Foto: Ist)

Jakarta - Pada tahun 2017, Dwi Andreas yang menjabat sebagai ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) mengadakan kerjasama proyek dengan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Kementerian Pertanian (Kementan) dalam rangka pemuliaan varietas dan produksi benih padi.

Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian BB Padi Kementan, Suprihanto membeberkan kerjasama yang akhirnya dihentikan tersebut bertujuan untuk melepas varietas padi milik AB2TI yang bersifat spesifik lokasi, berdaya hasil tinggi dan layak diusulkan untuk dilepas menjadi varietas unggul nasional.

Menurut keterangan Suprihanto, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga tahun, mulai 2017 sampai 2019.

"Iya ada kerjasama dengan AB2TI dan dibatalkan. Karena mereka mengabaikan beberapa tahapan pelepasan varietas," ujar Suprihanto di Kantor BB Padi, Subang, Jawa Barat, Senin (5/11).

Ia menjelaskan pembatalan tersebut berdasarkan hasil evaluasi akhir tahun 2017 menunjukkan AB2TI tidak memahami prosedur dan kaidah standar pelepasan varietas. Ditemukan beberapa hal yang menyalahi prosedur baku.

"Yaitu diabaikannya beberapa tahapan pelepasan varietas, sehingga dapat berdampak pada kualitas hasil," jelas Suprihanto.

Padahal, sambungnya, menyiapkan varietas benih tidak boleh asal-asalan. Tetapi harus ketat melalui porses seleksi, sehingga hasilnya memenuhi standar pelepasan varietas yang berlaku di Indonesia.

"Ini kan pekerjaan harus bisa dipertanggung jawabkan. Kami nilai sebagai proyek gagal dan terpaksa dihentikan di tengah jalan, proyek ini berpotensi berdampak masalah Hukum," pungkasnya.

TAGS : Proyek Mangkrak Benih Padi Info Pertanian




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :