Sabtu, 24/08/2019 06:58 WIB

Kasus Korupsi Marak, Mustofa Widjaja Ajak Perkuat Sistem

Maraknya kasus tindak kejahatan korupsi yang menjerat sejumlah pejabat daerah hingga pusat berdampak buruk bagi citra politik di tanah air.

Mustofa Widjaja

Jakarta - Maraknya kasus tindak kejahatan korupsi yang menjerat sejumlah pejabat daerah hingga pusat berdampak buruk bagi citra politik di tanah air.

Calon anggota DPD RI dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Mustofa Widjaja mengatakan, rentetan kasus korupsi belakangan ini bisa menimbulkan kekesalan yang meluas di masyarakat. Karenanya, ia mengajak untuk tetap menjaga optimisme.

"Tidak habis-habis rasanya berita mengenai korupsi mengemuka di kancah politik kita. Saya mengesalkan hal itu, namun berharap kepada masyarakat agar tetap optimis menatap masa depan bangsa," kata Mustofa, kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (3/11).

Mantan Kepala BP Batam ini mengkhawatirkan, aspek lain dari fenomena yang sudah akut ini diakibatkan persoalan sistem. Sebab, moral bangsa Indonesia sejak dulu sudah dikenal baik, bahkan di mata dunia internasional.

"Kalau kita pikir-pikir, apakah moral kita lebih jahat dibanding orang Jepang, orang Amerika, orang Jerman, atau orang Singapur? Saya yakin ini bukan soal moral. Ini momentum bagi kita untuk meninjau ulang sistem hukum yang kita anut," tandas Mustofa yang juga Ketua Dewan Pembina Forum Kepri Bersatu itu.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sebulan terakhir telah menetapkan dua orang bupati dan satu Wakil Ketua DPR sebagai tersangka kasus korupsi. Yakni Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra, dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

TAGS : Kasus Korupsi Mustofa Widjaja Sistem Hukum




TERPOPULER :