Sabtu, 21/09/2019 06:00 WIB

KPAI Pastikan Kasus Penculikan Anak Hoaks

KPAI meminta kepolisian untuk menindak tegas penyebar informasi hoaks soal penculikan anak.

Ilustrasi penculikan

Jakarta - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sutanto memastikan hingga saat ini belum ada kasus penculikan anak yang benar-benar terjadi. Namun ia menyebutkan bahwa pemberitaan kasus penculikan anak kian massif selama empat bulan terakhir.

Susanto mengatakan berdasarkan riset KPAI, terdapat 635.000 berita di media daring soal penculikan anak pada Juli 2018 dan 969.000 berita sepanjang Agustus 2018.

“Jumlah itu meningkat pada September menjadi 2.15 juta berita,” ujar Susanto, Jumat, di Jakarta.

Susanto mengatakan pada bulan berikutnya, Oktober, jumlah pemberitaan itu berlipat menjadi 4,3 juta berita.

Begitu pula pada dua hari pertama November, lanjut Susanto, sudah terdapat 1.010.000 pemberitaan mengenai penculikan anak.

Susanto mengatakan pemberitaan itu kian massif seiring banyak beredarnya informasi hoaks di media sosial. Contohnya, berita penculikan anak yang dilakukan oleh pengidap gangguan jiwa di Kranji, Bekasi.

Setelah diverifikasi media massa, lanjut Susanto, kasus tersebut ternyata bukan penculikan anak, melainkan warga yang tengah menyoraki perempuan tersebut. Begitu pula, informasi penculikan anak disertai pengambilan organ tubuh di Jakarta Utara.

Hasil verifikasi media massa, ujar Susanto, tak ada penculikan anak apalagi pengambilan organ tubuh. Faktanya anak tersebut tengah ke Jakarta untuk mencari bapaknya dan saat ini telah berkumpul bersama keluarga.

Susanto mengatakan bahwa informasi hoaks memberikan dampak psikologis yang besar. Orang tua menjadi panik dan mengawasi anak secara berlebihan.

“Hal ini menimbulkan pengawasan yang berlebihan pada orang tua dengan mengintimidasi, membentak, menekan, memaksa, dan mengatur secara ketat aktivitas keseharian anak atas nama ketakutan akan penculikan,” ujar Susanto. (AA)

Oleh karena itu, lanjut Susanto, KPAI meminta kepolisian untuk menindak tegas penyebar informasi hoaks soal penculikan anak.

KPAI, tambah Susanto, juga mendesak agar Dinas Pendidikan dan Kanwil Departemen Agama di seluruh Indonesia untuk memastikan ada kerja sama antara sekolah dengan orang tua, sehingga mereka tidak resah akibat isu hoaks.

TAGS : Penculikan Anak KPAI




TERPOPULER :