Senin, 25/05/2020 08:26 WIB

China Klaim Pulau Taiwan dan Laut Cina Selatan

Jika seseorang mencoba memisahkan Taiwan dari China, angkatan bersenjata China akan mengambil tindakan dengan harga berapa pun

Kementerian Luar Negeri China mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan tindakan provokasi di Laut Cina (Foto: China Stringer Network/Reuters)

Beijing - China berjanji tidak akan pernah menyerahkan satu inci pun dari wilayahnya, baik itu Pulau Taiwan yang diklaim sebagai miliknya atau di perairan yang disengketakan di Laut Cina Selatan.

"Jika seseorang mencoba memisahkan Taiwan dari China, angkatan bersenjata China akan mengambil tindakan dengan harga berapa pun," kata Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe pada pembukaan Forum Xiangshan di Beijing Kamis (25/10).

Hubungan militer China dengan Amerika Serikat (AS) penting dan sensitif, katanya, menambahkan Taiwan adalah kepentingan "inti" dan Beijing menentang unjuk kekuatan negara asing di Laut Cina Selatan.

Beijing geram menyusul sanksi AS baru-baru ini terhadap militernya, salah satu dari meningkatnya jumlah titik nyala dalam hubungan dengan Washington yang mencakup perang dagang yang sengit, dukungan Washington terhadap Taiwan, dan sikap militer AS di Laut Cina Selatan.

"Pulau-pulau di Laut Cina Selatan telah lama menjadi wilayah China. Mereka adalah warisan leluhur kami dan kami tidak dapat kehilangan satu inci pun dari mereka," kata Wei.

Pekan lalu, kepala pertahanan AS, James Mattis kepada mitranya di China bahwa dua ekonomi terbesar dunia perlu memperdalam hubungan tingkat tinggi untuk menavigasi ketegangan dan mengendalikan risiko konflik yang tidak disengaja.

Pada Rabu (24/10) mantan Komando AS, Ben Hodges memperingatkan kemungkinan Paman Sam  untuk berperang dengan Tirai Bambu dalam 15 tahun. Tujuannya untuk  membela kepentingannya di Pasifik.

"Saya kira dalam 15 tahun -itu tidak terhindari- tetapi kemungkinan besar kita akan berperang dengan China," Hodges mengatakan kepada para ahli militer dan politik.

"Amerika Serikat tidak memiliki kapasitas untuk melakukan semua yang harus dilakukan di Eropa dan di Pasifik untuk menghadapi ancaman China," kata Hodges

"Jadi, kemungkinan kami akan  secara permanen menugaskan pasukan untuk kemungkinan bahwa dalam 10 atau 15 tahun kita akan harus bertarung di Pasifik," sambungnya.

Hodges mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa insiden hampir bertabrakannya perusak Angkatan Laut AS dan kapal perang China di Laut Cina Selatan merupakan salah satu tanda yang menunjuk ke hubungan yang semakin tegang dan meningkatkan persaingan di semua domain yang berbeda.

 

 

 

TAGS : China Laut Cina Selatan Pulau Taiwan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :