Selasa, 07/04/2020 14:59 WIB

Singapura Impor Dua Ton Telur Asin Indonesia

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementan Fini Murfiani (Foto: Supi/jurnas.com)

Jakarta - Telur asin Indonesia menjadi komoditas perdagangan yang diminati masyarakat Singapura. Sebanyak 17 ribu butir  atau 2 ton telur olahan itu telah dikirim ke negeri yang dijuluki Kota Singa, dengan nilai ekspor sebesar Rp45 juta.

Berdasarkan kontrak antara pihak peternak Indonesia dan pengusaha Singapura, pengiriman tersebut akan terus berlanjut hingga mencapai 100 ribu butir. Total nilai ekspor mencapai Rp270 juta.

"Kami akan mengawal perdagangan ini, sehingga hubungan baik kedua pihak terjaga. Peternak dapat menjaga pasokan dan memenuhi permintaan buyer," kata Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan), Fini Murfiani di Jakarta, Kamis (25/10).

"Sedangkan buyer dapat menjaga kepercayaan peternak kami yang bersungguh-sungguh memberikan pelayanan terbaik," tambahnya.

Tak hanya Singapura, Kementan juga akan menjajaki pasar telur asin di Hongkong dan Brunei Darussalam. Saat ini sudah ada komunikasi antara pihak UD Surya Abadi selaku peternak dan pemasok telur asin asal Indonesia dengan calon pembeli dari kedua negara tadi.

Pihaknya meyakini dua negara tersebut akan terlebih dahulu mencoba dan menguji kualitas telur asin Indonesia. Sangat mungkin mereka akan memborong komoditas peternakan tersebut untuk konsumsi masyarakat di sana.

Selanjutnya Fini menjelaskan, ke depan permintaan telur asin akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya kuliner dengan tambahan rasa telur asin. Potensi ini tidak akan disia-siakan Indonesia, mengingat potensi produksi telur itik saat ini berdasarkan angka statistik peternakan Tahun 2017 sebanyak 308.550 ribu ton.

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan saat ini terus membina peternak dan pengusaha hasil peternakan siap ekspor. Pemerintah juga mendorong promosi produk olahan yang mempunyai nilai tambah bagi peternak dalam berbagai ajang pameran maupun misi dagang.

"Kami ingin peternak kami mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Ekspor seperti telur asin ke Singapura adalah contoh nyata," ujar Fini.

TAGS : Kementan Fini Murfiani telur asin Singapura




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :