Minggu, 18/11/2018 06:15 WIB

Menteri Amran Dorong Tapin Segera Ekspor Bawang Merah ke Filipina

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017 lalu Tapin mampu menanam lebih dari 216 hektare dengan produksi mencapai 2.300 ton per tahun.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ekspor bawang mera Tapin ke Filipinan, Kamis (18/10)

Barito Kuala - Pada puncak peringatan Hari Pangan Sedunian (HPS) ke-38 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (18/10), Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ekspor bawang mera Tapin ke Filipinan.

Penandatangan dilakukan Asosiasi Bawang Merah Kabupaten dengan PT Binagloria Enterprindo selaku eksportir. Turut mengetahui MoU Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi dan Bupati Tapin, Arifin Arpan.

Perkembangan produksi bawang merah yang terus meningkat dari tahun ke tahun mendorong  pertumbuhan ekspor komoditas bawang merah. Bukan hanya itu, tetapi berbagai komoditas strategis lainnya seperti jagung, sawit, manggis, pisang dan bawang merah.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, tahun 2018 ini, Kementan mentargetkan ekspor bawang merah hingga 15.000 ton, naik hampir 100 persen dari tahun lalu yang hanya sekitar 7.750 ton.

"Kita komitmen mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Salah satu indikatornya, ekspor pertanian terus meningkat. Saya minta ekspor bawang merah dari berbagai sentra ditingkatkan supaya harga di petani bagus, semangat petani terjaga dan kita bisa cetak devisa untuk negara," jelas Amran.

Di tempat yang sama, Suwandi menambahkan, pihaknya akan terus mendorong petani dan asosiasi bawang merah di sentra-sentra utama untuk memperluas akses pemasaran hingga ekspor. Salah satunya dengan ekspor.

"Selain mendapatkan harga yang lebih baik, ekspor bawang merah akan memacu petani memperbaiki cara budidayanya agar produknya bisa bersaing," ujarnya.

"Bawang varietas Tajuk dan Super Philip yang dihasilkan petani Tapin, meski di lahan bekas rawa, secara spek memenuhi standard ekspor. Tahun depan akan mulai di ekspor," imbuhnya.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Tapin, Jahidi mengungkapkan pihaknya akan komitmen menghasilkan bawang merah sesuai standard ekspor. Pasar ekspor menjadi pilihan petani Tapin mengingat produksi selama ini sudah lebih dari cukup untuk memenuhi pasar lokal.

"Dengan jumlah penduduk 187 ribu jiwa dan konsumsi per kapita bawang merah 2.57 kg per kapita per tahun, maka untuk sekedar memenuhi kebutuhan pasar lokal cukup dengan luasan panen 55 hektare atau sekitar 480 ton," ungkapnya.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017 lalu Tapin mampu menanam lebih dari 216 hektare dengan produksi mencapai 2.300 ton per tahun. Dengan demikian, kata Jahidi,  ada over suplai sekitar 1.800 ton yang perlu dicarikan pasar diluar Tapin.

"Selain mengisi pasar Kabupaten sekitar Tapin,  ekspor ke Filipina bisa menjadi salah satu solusinya," pungkasnya.

TAGS : Kementan Andi Amran Sulaiman bawang merah Tapin




TERPOPULER :