Jum'at, 16/11/2018 01:33 WIB

Menaker Ungkap Dua PR Besar Pemerintah

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2018, mencatat jumlah angkatan kerja Indonesia sebanyak 133,94 juta orang dengan jumlah penduduk bekerja mencapai 127,07 juta orang. Sedangkan jumlah angkatan kerja yang menganggur sebanyak 6,87 juta orang (TPT 5,13 persen).

Menaker Hanif Dhakiri (foto: Humas Kemnaker)

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali menggelar Job Fair Nasional 2018 yang berlangsung di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar. Kegiatan ini diikuti 90 perusahaan dari berbagai sektor yang menyediakan ribuan lapangan pekerjaan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri, Job Fair kali ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi masalah ketimpangan sosial, kemiskinan dan pengangguran. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari mulai 17 -18 Oktober 2018 ini tanpa dipungut biaya dan terbuka untuk para pencari kerja.

"Ahamdulillah 4 tahun di bawah pemerintahan Pak Jokowi ini angka kemiskinan kita menurun sekarang sudah 2 digit, angka pengangguran kita sekarang turun di 5,13% ini merupakan angka pengangguran terendah sejak Indonesia memasuki reformasi," ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (17/10).

Hanif mengatakan, ada dua yang masih menjadi persoalan pekerjaan rumah pemerintah. "Yang pertama kita masih punya tantangan terkait bidang Ketenagakerjaan, walaupun angka pengangguran kita sudah menurut sampai 5,13 persen, tentunya harus terus kita turunkan, kita berharap sisanya nanti di tahun depan itu bisa 4,8 persen sampai 5 persen," tuturnya.

Kedua, lanjut Hanif, juga masih ada kelompok pekerja yang disebut sebagai pekerja miskin. Pekerja miskin itu rata-rata mereka bekerja di bawah 40 jam seminggu. "Ini angkanya juga lumayan tinggi masih ada sekitar 9,7 juta orang," ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Hanif, diperlukan suatu terobosan untuk mengurangi jumlah pengguran dan pekerja miskin yakni dengan meningkatkan kompetensi masyarakat, dengan cara penguatan akses dan mutu, vocational training dan retraining. "Nah itulah kami sebut sebagai program proteksi perlindungan diri, yang wujudnya seperti peningkatan skill atau pelatihan berbasis kompetensi yang disebut kebijakan triple skilling, " paparnya.

Job Fair 2018 kali ini diikuti sebanyak 90 perusahaan, dari berbagai sektor, industri, jasa, manufaktur, retail, perbankan, dan otomotif, dengan menyediakan ribuan lowongan kerja. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan 1.600 sertifikat kompetensi kepada lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Makassar.

Hanif menambahkan, triple skilling terdiri dari tiga macam, yakni skilling bagi mereka yang belum punya keterampilan tau di BLK disebut latihan kompetensi dasar. Sementara bagi yang telah memiliki skill diberi ruang untuk mengupgrade skillnya.

"Lalu bagi yang sudah memiliki keterampilan namun keterampilannya sudah tidak relevan karena dunianya berubah, kita kasih kesempatan untuk resklling atau memperbaharui skillnya," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemenaker, Maruli A Hasoloan mengatakan, pemerintah terus berupaya membuka kesempatan kerja yang lebih besar dari pada pertambahan angkatan kerja baru. Dengan demikian diharapkan jumlah pengangguran terbuka menjadi berkurang.

“Kami apresiasi peran perusahaan di berbagai sektor dengan menghadirkan bursa kerja menjadi salah satu penyerapan tenaga kerja. Hal itu pun terus dikembangkan oleh Kemenaker agar setiap tahun penyerapan tenaga kerja terus meningkat guna menekan jumlah pengangguran,” terangnya.

Dikatakan, dalam 3 tahun terakhir, upaya penciptaan kesempatan kerja yang dilakukan oleh pemerintah telah melampui target 2 juta penempatan per tahun.

Berdasarkan data Informasi Pasar Kerja Kemenaker, pada tahun pada 2015 sebanyak 2,886 juta orang telah ditempatkan. Sedangkan pada 2016 sebanyak 2,448 juta orang dan di 2017 sebanyak 2,669 juta orang.

“Job fair merupakan upaya pemerintah mempertemukan pemberi kerja dan pencari kerja secara langsung. Kita terus mendorong agar penyelenggaraannya di berbagai daerah terus diperbanyak,” sambungnya.

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2018, mencatat jumlah angkatan kerja Indonesia sebanyak 133,94 juta orang dengan jumlah penduduk bekerja mencapai 127,07 juta orang. Sedangkan jumlah angkatan kerja yang menganggur sebanyak 6,87 juta orang (TPT 5,13 persen).

"Angka pengangguran ini mengalami penurunan jika dibandingkan survei Agustus 2017 sebanyak 7,04 juta orang penganggur," pungkasnya. 

TAGS : Info Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri Menaker




TERPOPULER :