Jum'at, 14/12/2018 06:50 WIB

Mengemudi Saat Mengantuk Bikin Cepat Mati

Orang-orang yang telah mengubah jadwal tidur atau pekerjaan mereka dalam seminggu terakhir dan mereka yang mengemudi selama tiga jam atau lebih tanpa henti juga berisiko lebih tinggi untuk kecelakaan

Ilustrasi Mengemudi

Jakarta - Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari AAA Foundation for Traffic Safety menyebutkan, resiko mengemudi saat mengantuk sama ketika sedang mengemudi dalam keadaan mabuk.

Dalam penelitian tersebut menemukan bahwa peluang untuk kecelakaan mobil meningkat saat mengendara dalam keadaan ngantuk, bahkan bisa beresiko kematian.

Para ilmuan itu mencatat resiko tabrakan paling tinggi terjadi jika kurang tidur. Hal Itu seperti mengemudi dengan alkohol dalam darah sekitar 1,5 kali batas legal.

Tetapi bahkan mereka yang tidur kurang dari tujuh jam semalam lebih mungkin mengalami kecelakaan.

"Menjadi terjaga tidak sama dengan menjadi waspada. Jatuh tertidur bukan satu-satunya risiko," kata penulis studi Brian Tefft, peneliti senior di AAA Foundation for Traffic Safety.

Para ahli menyarankan orang dewasa untuk tidur antara tujuh dan sembilan jam setiap malam. Tetapi survei mengungkapkan bahwa 20 persen orang Amerika gagal memenuhi rekomendasi ini, biasanya tidur kurang dari tujuh jam.

Mereka mencatat bahwa sekitar 7 persen dari semua kecelakaan mobil AS dan 16 persen dari tabrakan fatal melibatkan pengemudi yang mengantuk.

Para peneliti memeriksa data pada 5.470 kecelakaan, termasuk wawancara pengemudi, dari sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Perhubungan AS.

Hasilnya dipublikasikan baru-baru ini di jurnal Sleep.

"Bahkan jika mereka tetap terjaga, pengemudi yang kurang tidur masih berisiko mengalami kesalahan, seperti tidak menyadari sesuatu yang penting, atau salah menilai perbedaan dalam lalu lintas yang dapat menimbulkan konsekuensi tragis," kata Tefft dalam sebuah jurnal.

Pebalap yang melaporkan tidur kurang dari empat jam lebih dari 15 kali lebih mungkin bertanggung jawab atas kecelakaan mobil daripada mereka yang mendapat setidaknya tujuh jam tidur.

Kurang tidur juga beresiko tinggi untuk kecelakaan mobil tunggal, yang lebih mungkin mengakibatkan cedera atau kematian. Para peneliti mencatat pengemudi yang mengantuk ini memiliki peluang yang sama untuk menabrak pengemudi dengan konsentrasi alkohol dalam darah sekitar 1,5 kali dari batas legal.

Pembalap yang memiliki empat hingga enam jam tidur pada malam sebelumnya hingga 2,9 kali lebih mungkin menyebabkan kecelakaan mereka daripada mereka yang tidur selama tujuh hingga sembilan jam.

Orang-orang yang telah mengubah jadwal tidur atau pekerjaan mereka dalam seminggu terakhir dan mereka yang mengemudi selama tiga jam atau lebih tanpa henti juga berisiko lebih tinggi untuk kecelakaan, studi menemukan.

TAGS : Mengemudi Ilmuan Penelitian




TERPOPULER :