Sabtu, 24/10/2020 18:38 WIB

Siswa Madrasah Temukan Alat Pembuat Garam Segala Kondisi

Di ajang Madrasah Young Reseracher Super Camp, yang digelar bersamaan dengan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2018, siswa madrasah mampu menunjukkan keunggulannya di bidang sains dan teknologi.

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2018 (Foto: Muti/Jurnas)

Bengkulu – Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin berdecak heran. Betapa tidak, dalam ajang Madrasah Young Reseracher Super Camp, yang digelar bersamaan dengan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2018, siswa madrasah mampu menunjukkan keunggulannya di bidang sains dan teknologi.

Disampaikan dalam acara penutupan KSM 2018 di Gor Bengkulu pada Jumat (28/9) malam, Kamaruddin Amin mengatakan, salah satu peserta berhasil menemukan alat pembuat garam di segala kondisi, baik di musim panas maupun hujan.

“Alasannya luar biasa. Mereka bilang, Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, harus mampu memproduksi garam secara swadaya, agar tidak impor,” tutur Kamaruddin tanpa menyebutkan asal madrasah tersebut.

Kamaruddin melanjutkan, karena alat pembuat garam tersebut mampu memproduksi garam di segala kondisi, maka diperkirakan mampu pula menghasilkan garam dalam jumlah besar.

“Ini membuat saya bangga dan bahagia, bahwa penelitian para siswa madrasah sangat berkelas dan hebat untuk seumuran mereka,” katanya.

Selain alat pembuat garam, Kamaruddin juga menyebut beberapa penelitian yang tak kalah luar biasa. Di antaranya plastik yang bisa hancur dalam hitungan hari, bahkan ada pula siswa yang menciptakan plastik yang bisa dimakan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar. Madrasah Young Researcher Super Camp 2018 menurutnya telah berhasil menunjukkan potensi siswa madrasah di berbagai disiplin keilmuan, terutama sains, teknologi, dan agama.

Dia optimistis ke depan madrasah tak hanya mampu melahirkan ilmuwan dan pemimpin berkelas dunia, namun juga menjadi tumpuan bagi negara dan agama.

“Insya Allah, dari rahim madrasah akan lahir saintis-saintis Muslim, yang tak hanya ahli di bidang sains, juga memahami ilmu-ilmu agama. Potensi ini harus terus digali dan dimaksimalkan,” kata Umar.

KSM 2018 dan Madrasah Young Researcher Super Camp ditutup oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Dalam sambutan penutupnya, Menteri Lukman berharap hasil positif siswa madrasah di level nasional dan internasional, menjadi pemicu untuk meraih prestasi lainnya di tahun-tahun mendatang.

“Dalam beberapa tahun terakhir, siswa madrasah sudah membuktikan di level internasional, sehingga orang tua dan peserta didik harus memaksimalkan potensi tersebut. Insya Allah akan memiliki pemimpin terbaik, pemikir terbaik, dan peneliti terbaik yang lahir dari siswa-siswi madrasah,” ujar Menag.

TAGS : Pendidikan Madrasah KSM 2018 KSKK




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :