Kamis, 22/10/2020 22:04 WIB

Menteri Agama Optimistis Madrasah Lahirkan Ilmuwan Terbaik

Bukan tanpa alasan, dewasa ini siswa dan siswi madrasah telah mampu menunjukkan prestasinya di bidang sains, teknologi, dan robotik, baik dalam kejuaraan nasional maupun internasional.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Bengkulu – Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin optimistis madrasah akan melahirkan ilmuwan-ilmuwan terbaik. Bukan tanpa alasan, dewasa ini siswa dan siswi madrasah telah mampu menunjukkan prestasinya di bidang sains, teknologi, dan robotik, baik dalam kejuaraan nasional maupun internasional.

Di bidang sains, di antaranya, tahun ini madrasah berhasil mengantongi medali emas dan merit award dari Olimpiade Matematika (TIMO) di Bangkok, Thailand, lewat dua siswa asal Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Demak, Jawa Tengah, yakni Muhammad Fadhil dan Navika Artiari.

Kemudian di bidang penelitian, lanjut Menag, madrasah bangga memiliki peneliti muda, M. Yusuf Gladiensyah, siswa MAN 2 Malang, Jawa Timur yang sukses membawa pulang medali perak dari ajang International Young Scientist Inovation Exhibition 2018.

Tak hanya itu, robotik madrasah Indonesia pun tak kalah membanggakan. Menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di kompetisi robotik bergengsi internasional di Meksiko bulan lalu, Madrasah Techno Natura Depok, Jawa Barat memenangkan Bronze Medal Walt Disney Award for Imagination and Creativity.

“Ini menjadi pengakuan bahwa imajinasi dan kreativitas anak Indonesia, khususnya siswa madrasah mendapat pengakuan di tingkat dunia,” kata Menag Lukman saat menutup Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2018 di Bengkulu, pada Jumat (28/9) malam.

“Saya optimistis, 25 atau 30 tahun ke depan, Indonesia Insya Allah akan memiliki pemimpin terbaik, pemikir terbaik, dan peneliti terbaik yang lahir dari siswa-siswi madrasah,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Lukman juga mengapresiasi pelaksanaan KSM 2018 yang dia sebut telah mengintegrasikan sains, teknologi, dan ilmu keagamaan untuk kali pertama.

Potensi ini, lanjut Lukman, diharapkan terus teraktualisasikan dan dimaksimalkan oleh para siswa-siswi madrasah, melalui bimbingan para guru dan orang tua peserta didik.

“Kami berharap, bangsa ini tetap memiliki jati diri sesungguhnya, bangsa yang agamis, relijius, bangsa yang menjalankan kesehariannya tidak lepas dari nilai agama. Itulah mengapa sains dan teknologi harus integrasi dengan nilai agama,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin dalam laporannya menyampaikan, KSM 2018 diikuti oleh 528 siswa yang memperebutkan 132 medali, yang terdiri dari 33 emas, 44 perak, dan 55 perunggu. KSM juga menggunakan Computerize-Based Test, serta menggunakan soal-soal dengan pendekatan integrasi sains dan ilmu keislaman untuk pertama kalinya.

Di samping KSM, kompetisi lain yang tak kalah bergengsi yakni Madrasah Young Researcher Super Camp. Kamaruddin mengatakan, sebanyak 600 proposal penelitian dari bidang Sains dan Teknologi, Sosial dan Humaniora, dan Keagamaan, diseleksi menjadi 18 proposal yang bersaing di tingkat nasional.

“Lomba ini melibatkan para juri ahli di bidang sains dan teknologi, sosial humaniora dan keagamaan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Balitbang Kementerian Agama, dan sejumlah dosen dari Universitas Islam Negeri,” jelas Kamaruddin.

Sementara dimintai keterangan secara terpisah, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar bangga dengan pencapaian para siswa-siswi madrasah di ajang KSM 2018.

Menurutnya, KSM 2018 menjadi bukti bahwa madrasah yang selama ini dipandang sebelah mata, memiliki potensi besar di berbagai bidang keilmuan. Sehingga bukan muluk-muluk bila nantinya pemimpin dan ilmuwan hebat lahir dari madrasah.

“Apa yang kita lihat di KSM 2018 menjadi bukti, bahwa mereka para siswa madrasah patut dibanggakan. Saya yakin mereka akan menjadi orang-orang hebat di masa depan, sesuai dengan slogan madrasah hebat bermartabat,” tutur Umar kepada Jurnas.com.

TAGS : Pendidikan Madrasah Kementerian Agama




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :