Kamis, 22/10/2020 10:36 WIB

Tingkatkan Inovasi Madrasah, Ilham Habibie Beri Tips 3T

Poin terakhir, menurut Wakil Ketua Umum Kadin Bidang ICT Ilham Habibie sangat penting diterapkan, karena berdampak pada proses kreatif seseorang.

Ilham Habibie (tengah) didampingi oleh Direktur KSKK Madrasah Ahmad Umar (kiri)

Jakarta – Ada tiga unsur dasar yang harus ditekankan oleh pemerintah, yang dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag), bila ingin membangun dan meningkatkan inovasi madrasah. Tiga unsur dasar atau 3T tersebut ialah teknologi, talenta, dan toleransi.

Poin terakhir, menurut Wakil Ketua Umum Kadin Bidang ICT Ilham Habibie sangat penting diterapkan, karena berdampak pada proses kreatif seseorang.

“Anda perlu lingkungan yang toleran terhadap perubahan untuk bisa menjadi inovatif. Lingkungan yang toleran membebaskan Anda berkembang dan mengungkapkan apa yang ada di pikiran,” kata Ilham saat menjadi pembicara dalam seminar KSM 2018, di Bengkulu, Kamis (27/9).

“Saya rasa Indonesia kulturnya sangat toleran. 3T itu sangat penting,” imbuhnya.

Sementara secara umum, lanjut Ilham, madrasah membutuhkan sumber daya manusia berkualitas dengan pengetahuan dan inovasi, agar mampu bersaing di tengah lajunya perkembangan teknologi global.

Dia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia pun perlu diiringi dengan implementasi sistem pendidikan yang tepat dan merata, sehingga bisa dirasakan oleh semua level masyarakat.

“Tanpa pendidikan kita tidak bisa ke mana-mana. Maka perlu mengimplementasikan sistem pendidikan yang memberikan level yang sama bagi semua warga Indonesia,” kata putra B.J Habibie ini.

Dimintai keterangan secara terpisah, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar menyampaikan, madrasah akan terus meningkatkan kualitasnya melalui penyesuaian kurikulum dan berbagai macam kompetisi, yang bertujuan penunjang kemampuan siswa, baik di bidang eksakta maupun agama.

Menurutnya, dengan memasuki era Revolusi Industri 4.0, siswa madrasah mau tidak mau dituntut bersaing dan memiliki beragam kemampuan yang dibutuhkan oleh dunia kerja modern.

“Harus dikembangkan dengan semangat rekayasa kurikulum madrasah. Juga meningkatkan daya saing melalui kompetensi sains, kompetisi robotik, riset, dan debat siswa madrasah,” terang Umar saat dihubungi Jurnas.com.

TAGS : Pendidikan Kemenag KSM 2018 KSKK




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :