Rabu, 26/09/2018 01:36 WIB

Tahun Baru Islam Jadi Ajang Keceriaan Anak Muslim

Kang Asep yang membuat anak-anak menjadi pendengar yang baik malam itu.

Pawai Obor menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H

Jakarta - Ratusan anak-anak bersuka cita di depan halaman Masjid Arrayan. Mereka berbaris riang, usai menjalankan Shalat Isya. Bambu berisi minyak tanah alias obor dibagikan. Sumbu dinyalakan, api berkobar dari ujung bambu obor.

Ya, begitulah suasana malam tahun baru Islam 1 Muharram 1440 H. Tahun barunya Agama Islam yang dirayakan anak-anak perumahan Vila Nusa Indah 5, Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tak hanya obor, sebagian anak-anak menyalakan lampu senter yang dibawanya.

Mereka berbaris. Satu mobil bak terbuka, ditumpangi para pria berjubah putih. Mereka bertabokan alat musim rebanan. Syair-syair  muslim dinyanyikan diiringi musik rebanan yang menjadi pendendang iringan pawai obor itu.

Anak-anak beriringan sambil melantunkan takbir dan Shalawat Nabi. Wajah-wajah anak-anak muslim itu terlihat menyenangkan. Tak terlihat wajah lelah. Obor yang dipeganganya menadah ke atas seakan memberikan pancaran cahaya dikala kegelapan.

"Senang. Bisa berjalan bersama dengan teman-teman dari  blok lain. Jadi ada teman baru," ujar seorang anak perempuan yang ada dalam rombongan.

Yang paling terlihat sibuk adalah para orang tua. Ibu-ibu mengawasi anak-anak yang berjalan beriringan. Maklum saja, pawai obor yang harus dilalui menempuh jarak kisaran 400 meter menuju Masjid Baitulsalam. Disitulah titik akhir perjalanan pawai obor 2018.

Ternyata tak berakhir. Hamparan terpal di depan masjid dan layar sudah tersedia. Anak-anak duduk dengan bungkusan camilan dan minuman yang tersedia. Seorang pria bertubuh kurus bernama Kang Asep menyapanya.

"Anak Sholeh," teriak Kang Asep.

"Siap...," teriak anak-anak.

Kang Asep yang membuat anak-anak menjadi pendengar yang baik malam itu. Dia bercerita tentang kenabian, tentang menjadi anak yang taat pada orang tua, dan juga bercerita agar anak-anak menjadi rajin Shalat dan membaca Al Quran.

Kian malam, anak-anak itu lelah. Cerita Kang Asep masih menjadi bisikan anak-anak sepanjang pulang ke rumah. "Lucu ceritanya," ujar seorang anak perempuan kepada ibunya.

TAGS : Muharram Islam Tahun Baru Jawa Barat




TERPOPULER :